logo

Lawan Covid-19: Lockdown Menguat, Jokowi Didesak Contoh Presiden Ghana

Lawan Covid-19: Lockdown Menguat, Jokowi Didesak Contoh Presiden Ghana

Berkat ketegasannya menyelamatkan rakyatnya dalam melawan Covid-19, Presiden Ghana Nana Addo Dankwa Akufo-Addo dapat pujian para netizen
30 Maret 2020 01:04 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA:  Meningkatnya korban terinfeksi dan meninggal akibat serangan wabah visrus corona (Covid-19) di Tanah Air, membuat desakan kepada Presiden Joko Widodo untuk memutuskan lockdown makin menguat. Bahkan Jokowi diminta untuk mencontoh ketegasan Presiden Ghana Nana Addo Dankwa Akufo-Addo dalam melindungi warganya menghadapi virus mematikan yang bermula dari Wuhan, China itu.

Ketegasan dan kecepatan Jokowi mengambil tindakan lockdown bukan saja karena korban yang terus bertambah namun juga kondisi di lapangan sudah beberapa daerah menerapkan isolasi wilayah itu. Bahkan Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang tertinggi dalam jumlah korban Covid-19 tampak bersiap-siap melakukan lockdown. Ada kabar Gubernur Jakarta Anies Bawesdan bersurat ke Jokowi untuk memantapkan langkah lockdown.

Menurut keterangan jurubicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 di Indonesia, Achmad Yurianto, Minggu (20/3/2020) sore, ada penambahan jumlah pasien positif terserang virus ganas tersebut. Yang positif bertambah 130 kasus menjadi 1.285 kasus positif.  Yang meninggal dunia telah bertambah 12 orang, sehingga total berjumlah 114 jiwa. Sedangkan yang dinyatakan sembuh bertambah lima pasien menjadi 64 orang. Penyebaran virus juga sudah menyentuh 30 provinsi.

Masifnya serbuan Covid-19 sementara belum ada keputusan dari Pemerintah Pusat tentang lockdown maka beberapa pimpinan daerah mengambil gerak cepat mengisolasi wilayahnya. Daerah itu antara lain Tegal, Tasikmalaya, Papua dan Banda Aceh. Sedangkan Provinsi Aceh mulai Minggu malam menerapkan jam malam.

Bila kebijakan pemerintah dalam menangani Covid-19  masih seperti saat ini, maka diprediksi jumlah penduduk Indonesia yang terjangkit bisa mencapai 2,5 juta orang. Prediksi tersebut merupakan salah satu bagian dari draf ''Covid-19 Modelling Scenarios, Indonesia', yang disusun Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) tanggal 27 Maret 2020, ditujukan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). ''Kita diminta oleh Bappenas,'' kata pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, kepada detikcom, Minggu (29/3/2020).

Alihkan Anggaran

Tidak mengherankan bila kemudian mencuat lontaran untuk melakukan lockdown kepada Jokowi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menganggap dengan semakin menyebarnya Covid-19 pada situasi sekarang ini, sudah tak bisa lagi dianggap enteng. MUI menyarankan pemerintah untuk melakukan total lockdown.

Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas mengatakan, penyebaran Covid-19 sekarang ini membuat kehidupan ekonomi, sosial, keselamatan dan kesehatan bangsa sudah terkena dampaknya. Karena itu, pihaknya menyarankan lockdown nasional atau wilayah dengan waktu tertentu.  "Melakukan total lockdown di seluruh negeri dan atau local lockdown untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan pertimbangan dari para ahli," ujar Anwar dalam keterangan tertulis, Minggu (29/3/2020).


Selain itu, MUI juga menyarankan agar pemerintah mengalihkan anggaran pembangunan infrastruktur untuk penanganan Covid-19. Upaya memutus rantai penularan virus ini diperkirakan akan memerlukan biaya yang tidak sedikit. "Melakukan realokasi terhadap seluruh dan atau sebagian anggaran infrastruktur yang ada sekarang ini untuk dipergunakan bagi kepentingan memutus mata rantai penyebaran Virus Corona," katanya seperti dilansir AyoBandung.com.

Ada juga desakan agar Jokowi mengisolasi seluruh pulau jawa yang dilontarkan oleh Jaringan Intelektual Berkemajuan (JIB). Deklarator JIB, David Krisna Alka, menyatakan bahwa Jokowi harus berani mengambil keputusan untuk melakukan isolasi. "Mendesak Presiden Jokowi untuk berani mengambil kebijakan lockdown khususnya di Pulau Jawa," kata David melalui siaran pers yang diterima Tempo, Minggu.

David yang juga merupakan Wakil Sekretaris Jenderal PP Pemuda Muhammadiyah menyatakan bahwa Jokowi tak perlu ragu dan bimbang untuk mengambil keputusan tersebut. Pasalnya, menurut dia, wabah virus corona akan semakin sulit dikendalikan dengan tidak diberlakukannya isolasi.

"Mestinya pemerintah harus berani dan bersikap tegas dan jelas demi mengurangi angka kematian rakyat yang saat ini terus bertambah akibat persebaran Covid-19. Wabah Covid -19 sampai saat ini sulit dikendalikan, karenanya dengan kebijakan lockdown terutama di Pulau Jawa tidak menyebar semakin meluas," kata David.

Selain itu, dia juga meminta pemerintah pusat menjamin ketersediaan bahan pokok selama masa isolasi total. Menurut dia, pemerintah bisa mengalihkan anggaran pembangunan ibu kota baru untuk penanganan virus corona. "Memprioritaskan anggaran yang ada termasuk proyek pemindahan ibu kota hingga anggaran desa sementara dapat dialokasikan untuk penanganan covid-19 ini karena menyangkut nyawa umat manusia Indonesia."

Laman Moeslimchoice mengabarkan, pengamat politik Islam, Tarmidzi Yusuf membandingkan langkah yang diambil Presiden Ghana, Nana Akufo Addo dengan pemerintah Indonesia dalam menangani Covid-19. "Catat ya. Baru 137 kasus positif corona. Meninggal 4 orang. Ghana langsung lockdown," tulis Tarmidzi dalam tulisannya yang beradar di media sosial (Medsos), Minggu (29/3/20).

Bandingkan dengan Indonesia, katanya, berdasarkan data 28 Maret 2020 sudah  ada 1.155 positif corona. 102 orang meninggal. Tingkat kematian alias CFR tertinggi kedua di dunia setelah Italia, 8,83%.

"Indonesia jangankan lockdown. Pemerintah sibuk malah melempar isu-isu baru yang tidak ada hubungannya dengan corona. Semisal, subsidi selisih bunga dan uang muka KPR. Serta pelonggaran angsuran kredit kendaraan 1 tahun," ujar Tarmidzi.

Dia menjelaskan, Presiden Ghana, Nana Akufo Addo saat mengumumkan Lockdown, mengatakan,”Kami tahu bagaimana menghidupkan kembali perekonomian, yang kami tidak tahu adalah bagaimana menghidupkan  kembali orang meninggal”.

Disebutkan, sudah hampir sebulan sejak diumumkan adanya korban virus corona, pemerintah Indonesia masih bersikukuh tidak perlu lockdown. Berputar-putar tanpa menyentuh substansi masalah. Sementara korban saban hari bertambah. Rakyat kecil menjerit karena harus makan.
"Rakyat curiga. Jangan-jangan ada yang senang Indonesia menjadi kuburan massal corona," ujarnya.

Dalam bagian lain, CNN Indonesia melaporkan, lebih dari 14 ribu netizen memuji langkah Presiden Ghana itu dalam memprioritaskan rakyatnya ketimbang ekonomi dalam memutus penularan Covid-19. Addo resmi memutuskan melakukan lockdown di dua wilayah utama Ghana, yakni wilayah Metropolitan Accra dan Metropolitan Kumasi selama dua minggu mulai Senin (30/3/2020).

Addo mengtakan keputusan itu bertujuan untuk menyelamatkan masyarakat Ghana dari penyebaran virus corona (Covid-19). Keputusan itu diambil setelah 137 orang di Ghana positif virus corona dan 4 orang meninggal dunia.

Beberapa warganet kemudian memuji pernyataan tersebut dan menilai keputusan Nana guna mencegah corona terhadap negaranya berani. Banyak Warganet juga yang menyebut pada akun Twitter Presiden Joko Widodo terkait pidato Presiden Ghana dalam menangani corona. Netizen berharap Jokowi bisa meniru langkah Presiden Ghana. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH