logo

Transportasi Udara Dan Laut Ke Kota Sorong Ditutup

Transportasi  Udara Dan Laut Ke Kota Sorong Ditutup

Bandara DEO Sorong/Foto:Istimewa
29 Maret 2020 21:53 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - KOTA SORONG:  Wali Kota Sorong, Drs Ec.Lambertus Jitmau MM, mengatakan, terhitung Minggu (29/3/2020) hingga 10 April 2020 Bandara Domine Eduard Osok (DEO)  ditutup untuk penerbangan  komersil dari luar Kota Sorong.

Berlaku pula terhadap  Pelabuhan Laut untuk pelayaran komersil  baik kapal Pelni  mau pun kapal Perintis  berasal dari luar Kota Sorong ditutup.

“Transportasi  udara  dan  laut  ke Kota Sorong ditutup untuk memutus rantai penyebaran  virus Covid-19 ke daerah ini. Pasalnya, di Kota Sorong sudah dua orang terinveksi Virus Corona dan satu meninggal,”kata Wali Kota Jitmau

Pembukaan  Bandara dan Pelabuhan Laut hanya  dikhususkan  untuk pesawat/kapal  yang mengangkut kebutuhan masyarakat . Dan, untuk pelayanan  pengiriman sampel pasien  Dalam Pengawasan (PDP) serta peralatan medis.

Lalu, penduduk Kota Sorong dilarang  melakukan  kunjungan ke luar Kota Sorong. Terus, melarang  beraktifitas di luar rumah  kecuali untuk  memenuhi kebutuhan pangan dan kesehatan.

Selanjutnya,  warga diminta melaksanakan  Physical Distancing  atau menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain.

Kemudian, untuk melaksanakan  pencegahan  dan penanggulangan  Virus Covid-19,  maka  Satuan Tugas segera  mengambil langkah-langkah  hukum sesuai  dengan peraturan dan perundangan  yang berlaku.

Pernyataan ini  berlaku sejak tanggal ditetapkan , Minggu (29/3/2020) hingga 10 April 2020. Dan, akan ditinjau kembali  sesuai dengan perkembangan kondisi  yang ada.  

“Saya  mendengar,  kemarin warga  menolak  lokasi  Sanggar Kegiatan Belajar  (SKB) dijadilan tempat pemantauan  bagi  mereka  yang  diperiksa   kesehatannya. Kalau hanya berobat  satu minggu atau dua minggu terus dipulangkan, itu orang sehat bukan  Pasien Dalam Pemantauan (PDP),” kata Wali Kota Jitmau.

Kalau orang yang  kategori PDP, itu  dirawat di tempat khusus hanya dokter dan perawat yang bisa menemuinya untuk  perawatan.

“Jadi, mereka yang berobat di  SKB , itu  orang-orang sehat bukan pasien sakit  Covid-19 seperti  yang  diduga. Sekali lagi jangan menolak karena  SKB itu digunakan untuk tujuan baik,”kata Wali Kota Jitmau. ***                       

Editor : Gungde Ariwangsa SH