logo

Tolak Bala Covid-19 Dengan Bubur Merah Putih

Tolak Bala Covid-19 Dengan Bubur Merah Putih

30 Maret 2020 00:09 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Gungde Ariwangsa SH

Diakui atau tidak, wabah virus corona (Covid-19) yang terus mengganas di Indonesia, telah membangkitkan semangat baru pada masyarakat. Semangat kembali mengakui, memakai dan mencintai kekayaan alam dan kearifan lokal dalam upaya menangkal serangan virus mematikan itu. Selain tanaman dan ramuan lokal terangkat pula tradisi bangsa sendiri sebagai penolak bala.

Sejak muncul dan menggilanya Covid-19 memakan penderita dan korban di Wuhan, China, akhir tahun 2019, kekhawatiran sudah menghantui masyarakat di Tanah Air. Mulailah ada yang bersiap-siap untuk mencari upaya dan obat untuk menghadapi serangan Covid-19. Usaha ini makin intensif setelah pemerintah secara resmi mengumumkan wabah itu sudah menyerbu Indonesia, awal Maret 2020.

Ada yang mencari obat produk pabrik farmasi untuk ketahanan tubuh menahan Covid-19. Di bagian lain banyak pula yang berbondong-bondong memburu tanaman dan empon-empon menangkal virus ganas itu. Berkibarlah tanaman yang tubuh di bumi sendiri seperti temulawak, jahe, kunyit, kencur, dan temu giring.

Bahan-bahan yang setiap hari dimanfaatkan sebagai bumbu dapur ini bisa diramu dalam bentuk jamu untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terinfeksi penyakit. Termasuk Covid-19 yang sekarang lagi mewabah. Masyarakat makin banyak yang kembali ke tradisi minum jamu,  back to nature, warisan para leluhur yang terbukti nyata manfaatnya sampai zaman sekarang ini. Sampai pada zaman gonjang-ganjing munculnya virus corona.

Jadilah tanaman, empon-empon, dan jamu produk bangsa sendiri naik daun.  Bangsa ini seperti menemukan kembali potensi yang tumbuh dan terkandung di bumi yang dipijaknya. Bumi Pertiwi tidak hanya kaya bahan tambang, minyak, emas, mineral, batu bara dan lain-lain yang terus disedot dari hari ke hari. Namun juga tanaman yang memiliki khasiat sebagai penguat tubuh  bangsa Indonesia.

Tekad besar untuk selamat dari bencana Covid-19 juga menggerakkan masyarakat untuk menapak tilas kekayaan terpendam bangsa ini. Dalam hal ini tradisi atau budaya warisan para leluhur untuk menolak bencana kembali terangkat untuk coba diterapkan membantu melawan bala. Bangsa Indonesia diwarisi banyak  kearifan lokal dalam mencari keselamatan dan kesimbangan serta kesehatan.

Salah satunya budaya menyajikan hidangan bubur merah putih. Bubur yang memiliki nama seperti bendera Merah Putih ini berbahan beras putih, gula merah dan santan. Memasak dan menyajikannya sangat mudah dan sederhana. Namun makna filosofinya begitu tinggi karena menyentuh hubungan manusia dengan sang penciptanya, Tuhan Yang Maha Esa.

Dari beberapa litelatur disebutkan, bubur merah putih merupakan salah satu alat untuk mengungkapkan rasa syukur terhadap Tuhan.  Penyajiannya bubur ini juga melambangkan keberanian dan kesucian serta  keseimbangan antaraa sifat beraani (karena benar) dan kesucian (pemihakan pada kebenaraan dan orang-orang lemah). Bubur merah putih disajikan dalam acara selamatan.

Versi lain dari bubur merah putih ini disebut bubur sengkolo atau tolak bala. Bubur sengkolo ini adalah wujud sikap kembali ke fitrah dan kembali kepada Tuhan. Manusia berserah diri kepada Tuhan agar diberi keberkahan dan keselamatan. Bubur sengkolo juga dipercaya sebagai tolak bala, mengusir segala kesialan.

Di tengah serbuan Covid-19, juga ada masyarakat yang menyajikan bubur merah putih ini untuk menolak bala virus itu dan mendapat kesehatan serta keselamatan. Upaya yang positif apalagi untuk melestarikan budaya bangsa sendiri. Bubur merah putih  juga mengandung unsur dan vitamin yang menunjang kesehatan.

Beras Putih memiliki kandungan karbohidrat, gula, serat pangan, lemak, protein, air, vitamin B1, B2, B3, B5, B6, folat, calcium, magnesium, mangan, fosfor, potasium, dan seng/zinc. Beras putih berfungsi sebagai bahan bakar tubuh yang membantu kinerja otak dan mengurangi resiko tekanan darah tinggi.

Sedangkan gula merah  mengandung beberapa nutrisi seperti vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B8 (inositol), vitamin C, asam folat, karbohidrat, kalsium, zat besi, protein, lemak, serat/inulin, kalium, magnesium, fosfor. Selain itu, terdapat kandungan fitonutrien yaitu flavanoid, polifenol, antioksidan, juga antosianidin. Salah satu manfaat gula merah yang mengandung vitamin C dan antioksidan berguna untuk membantu tubuh meningkatkan sistem kekebalannya. Mengonsumsi gula merah dapat mencegah tubuh terserang penyakit seperti flu dan batuk. Kandungan zat besi dan folat dalam gula merah mampu meghilangkan rasa lelah dan membuat tubuh kembali segar.

Kemudian santan terbuat dari perasan buah kelapa tua yang diparut merupakan bahan makanan serba guna. Santan mengandung kalori, lemak yang asam lemak omega 3 dapat mengurangi peradangan. Kandungan gulanya bermanfaat untuk energi. Kemudian protein dengan kandungan alanin, sistin, arginin dan serene yang mudah dicerna tubuh bermanfaat untuk mempertahankan dan membangun sel-sel baru.

Dengan kandungan yang ada di dalamnya, bubur merah putih bisa menjadi sajian menyehatkan untuk keluarga di saat menjalani isolasi mandiri dan bekerja dari rumah demi menahan penyebaran Covid-19. Sajian bubur merah putih atau bubur sengkolo ini juga sebagai wujud kepasrahan kepada Tuhan agar diberi keselamatan dalam mengusir bala Covid-19. Semoga kekuatan produk alam dan budaya lokal ini bisa membawa berkah kepada Indonesia.  ***

* Gungde Ariwangsa SH – wartawan suarakarya.id, pemegang kartu UKW Utama

Editor : Gungde Ariwangsa SH