logo

Rieke Dorong Adanya Riset Covid-19, Indonesia Tidak Boleh Hanya Andalkan Bantuan

Rieke Dorong Adanya Riset Covid-19, Indonesia Tidak Boleh Hanya Andalkan Bantuan

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka. (Istimewa)
29 Maret 2020 19:20 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengingatkankan bawa merebaknya virus corona atau Covid-19 bukan hanya bencana nasional, tetapi sudah berskala global. Indonesia tidak mungkin melakukan penanganan Covid-19 tanpa melakukan riset yang serius dan komprehensif.

"Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan bantuan dari negara lain. Setiap negara sedang berjuang menghadapi Covid-19, pasti mereka memprioritaskan  kepentingan bangsa dan negaranya, meski tetap  melakukan kerjasama dengan negara lain. Sehingga tidak mungkin kebijakan hadapi Covid-19 tanpa memperkuat riset nasional kita sendiri," kata Rieke kepada wartawan di Jakarta, Minggu (29/3/2020).

Terkait  dengan pandangannya itu, anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka memberikan masukan kepada pemerintah untuk mempraktikkan Indonesia Science Based Policy. "Kebijakan Berbasis Riset Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional ini sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional IPTEK," ujarnya.

Ia yakin, Menteri Kesehatan (Menkes) pasti menyadari bahwa tidak mungkin Covid-19 ditangani tanpa mitigasi yang matang. Rencana mitigasi tidak mungkin ada tanpa pemetaan penyebaran virus. Penyebaran virus sangatlah tidak mungkin tanpa riset uji sampel virus Covid-19.

"Oleh karenanya, riset deteksi penyebaran dan antisipasi mutasi virus Covid-19 juga harus segera dilakukan. Dan untuk melakukan hal ini, tentu dibutuhkan SDM yang melakukan pengujian," ujar Rieke.

“Risikonya tinggi bagi penguji sampel virus Covid-19, sehingga perlu ada penguatan dan pelatihan khusus bagi SDM riset. SDM di Balitbangkes tidak cukup dan kerja mereka sudah luar biasa berat,” kata  Rieke menegaskan.

Atas dasar itu, Rieke memberikan beberapa rekomendasi. Pertama, sesegera mungkin memperkuat dan memperbanyak SDM riset untuk penanganan mikroorganisme patogen semacam SARS-CoV2 (Covid-19) yang ditugaskan uji sampel di seluruh provinsi.

Kedua, mendukung upaya dan terobosan LIPI yang bekerja sama dengan Kemenristek untuk mengadakan pelatihan penanganan Covid-19. Ketiga, meminta Menkes untuk membuka akses informasi dan penggunaan sampel virus Covid-19 bagi lembaga riset nasional.

Keempat, meminta Menkes mengonsolidasikan seluruh SDM IPTEK yang memiliki kepakaran terkait Covid-19 untuk segera menyusun rencana strategi riset, mitigasi, dan implementasinya. 

Kelima, mendukung pemerintah segera melakukan pengadaan reagen untuk mengekstrak rantai virus (RNA) dan primer untuk mesin PCR penguji RNA.

“Saat ini, informasi yang saya terima, reagen dan primer untuk keperluan uji sampel virus Covid-19 masih tergantung impor dan sulit didapatkan,” katanya.

Keenam, mendukung pemerintah untuk melakukan riset dan inovasi pengembangan, serta produksi reagen untuk ekstraksi RNA dan primer untuk uji RNA dengan PCR secara mandiri di Indonesia. “Demikian masukan ini saya sampaikan semata agar tidak ada disorientasi kebijakan terkait Covid-19,” katanya. 

Gotong royong menghadapi covid-19 harus menjadi salah satu langkah kita bersama. Jangan berserah dan ketergantungan pada negara lain.

#PancasilaPower

#GotongroyongPancasilaHadapiCorona

 

***