logo

Korban Meninggal Akibat Corona Di Sidoarjo Menjadi 3 Orang

 Korban Meninggal Akibat Corona Di Sidoarjo Menjadi 3 Orang

Foto : Istimewa
29 Maret 2020 15:10 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SIDOARJO: Dua pasien berstatus PDP (pasien dalam pengawasan) Covid-19 di Sidoarjo yang meninggal dunia akhirnya dimakamkan dalam satu liang lahat di tempat pemakaman Praloyo, Gebang, Sidoarjo. Prosesi pemakaman itu sempat mengalami hambatan karena petugas gali kubur sempat ketakutan.

Seiring dengan meninggalnya dua PDP itu, berarti total sudah ada tiga korban Corona yang nyawanya tak berhasil diselamatkan. "Dua pasien terakhir yang meninggal adalah seorang laki-laki (70) dari Kecamatan Buduran dan seorang perempuan (60) asal Sukodono," Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Syaf Satriawarman, Minggu (29/3/2020).

Prosesi pemakaman kedua jenazah pada Sabtu dini hari itu dilakukan oleh 5 orang yang mengenakan Alat Pelindung Diri (APD). Selain tiga penggali kubur, pemakaman itu juga dihadiri Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Saifuddin dan tim Dinkes.

Kedua pasien itu sebelumnya dirawat di dua rumah sakit rujukan Covid-19 yang berbeda di Sidoarjo. Sama seperti korban meninggal sebelumnya, keduanya berstatus PDP selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Pasien yang berasal dari Kecamatan Buduran, sebelumnya memiliki riwayat penyakit paru-paru dan masuk rumah sakit 22 Maret 2020. Prosesi pemakaman dua korban terakhir, sempat mengalami hambatan karena pengemudi ambulans dan petugas gali kubur sempat ketakutan dan menolak menjalankan tugas.

Menurut Plt Bupati, Nur Ahmad, pihaknya sempat kesulitan mencari tukang gali kubur, yang mau memakamkan pasien korban Corona. Mereka yang ditugasi membuat liang lahat, bahkan sempat menghindar dan tak kembali ke tempat pemakaman.

Tak mau menunda pemakaman jenazah korban Corona lebih lama, pihaknya berusaha merayu para tukang gali kubur yang sebetulnya sudah disediakan alat pelindung diri seusai Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan penderita Covid-19 tersebut.

Pihaknya meminta warganya untuk tidak ketakutan secara berlebihan terhadap Corona. Tapi juga tidak boleh terlalu berani. “Kami minta warga tetap tenang dan tinggal di rumah saja dan semua harus proporsional dan sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan,” ujarnya.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH