logo

Gempa Guncang Sigi Sulteng Setelah Merapi Meletus Di Tengah Wabah Covid-19

Gempa Guncang Sigi Sulteng Setelah Merapi Meletus Di Tengah Wabah Covid-19

Gempa mengguncang Sigi, Sulawesi Tengah setelah Gunung Merapi erupsi
29 Maret 2020 00:27 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - SIGI: Alam kembali bereaksi di tengah makin mengganasnya wabah virus corona (Covid-19) menyerang Indonesia. Setelah Gunung Merapi di Jawa Tengah meletus maka gempa bumi mengguncang Sulawesi Tengah, Sabtu (28/3/2020).

Gempa ini berkekuatan magnitudo 5,8 SR tepatnya terjadi 46 km tenggara Sigi pukul 22.43 WIB. Tepatnya berada di titik koordinat di 1.72 LS, 120.14 BT. Pusat gempa berada di darat. Dengan kedalaman 10 km, gempa  dirasakan hingga Palu, Sigi, Sausu, Poso dan Pasangkayu.

Menurut BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Namun BMKG  menyarankan warga untuk berhati-hati pada gempa bumi susulan.

Belum ada laporan kerusakan pada bangunan warga atau pun korban jiwa.

Gempa itu terjadi saat Gunung Merapi terus meletus Sabtu. Gunung aktif di Jawa Tengah itu mulai erupsi Jumat lalu.  Tercatat sejak Jumat (27/3/2020) hingga Sabtu (28/3/2020) pukul 19.25 WIB, Merapi  batuk-batuk sampai empat kali. Masyarakat diimbau tidak mendekati radius 3 km karena ada ancaman lontaran material sejauh jarak itu.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam akun twitternya mengungkapkan,  erupsi Gunung Merapi tanggal 28 Maret 2020 terjadi pukul 19.25 WIB. Erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 243 detik. Teramati tinggi kolom erupsi 3.000 m. Arah angin saat erupsi ke Barat.

Setelah meletus dua kali pada tanggal 27 Maret 2020, Gunung Merapi kembali meletus pada Hari Sabtu tanggal 28 Maret 2020. Letusan terjadi pukul 05:21 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 50 meter.

Dari data seismisitas tanggal 27 Maret 2020 pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB, terpantau Gempa Hembusan sebanyak 6 kali, Gempa Frekuensi Rendah sebanyak 12 Kali dan Gempa Hibrid sebanyak 2 Kali. Letusan Pukul 21.46 WIB sendiri menghasilkan kolom asap setinggi 1.000 meter dari puncak Gunung Merapi.

Bergolaknya alam di Sulteng dan Jateng itu bak reaksi terhadap wabah Covid-19 yang makin menyebar dan terus menuntut korban di Indonesia. Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, hingga Sabtu (28/3) pukul 12.00 WIB, ada tambahan kasus baru virus corona sebanyak 109 kasus.

Sehingga secara total, kasus terkonfirmasi positif corona menjadi 1.155 orang. Dia melanjutkan, pasien sembuh dan telah diizinkan pulang bertambah 13 orang.

Di sisi lain kasus kematian akibat corona bertambah 15 orang, sehingga total menjadi 102 orang korban meninggal. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH