logo

Hikmah Dibalik Wabah Dalam Religi, Seni, Tradisi, Hobby, Komuniti Dan Teknologi

Hikmah Dibalik Wabah Dalam Religi, Seni, Tradisi, Hobby, Komuniti Dan Teknologi

28 Maret 2020 20:48 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Chrysnanda Dwi Laksana

Pandemi covid 19 begitu cepat menulari dunia. Seluruh dunia kelimpungan mengatasinya dari membuat anjuran sampai dengan melock down kota bahkan negaranya. Obat penangkalnya dikabarkan belum ditemukan, berita berita media membahas dengan gencar setiap waktu belum lagi bumbu bumbu hoax semakin meresahkan. Berbagai negara punya cara dan strategi mengatasinya. Social distancing dijadikan kebijakan dan menjadi acuan menutup area publik dari tempat tempat seni, tempat tradisi dan pelayanan publik hingga tempat religi.

Hantu covid 19 melanda dunia. Tokoh tokoh penting pejabat publik saja tertular bahkan ada yg meninggal . Wabh ini bukan main main seluruh dunia kena dan tidak hanya menyerang fisik atau kesehatan namun jg menyerang psikis kejiwaan. Hal ini berdampak ekonomis kontra produktif bahkan menjadi masalah sosial besar. Manusia sebagai mahkluk sosial dimatikan dari sisi sosialnya.

Dapat dibayangkan jika pandemi ini terus berkepanjangan tentu membuat remuk redam, bahkan kalaupun normal recoverynya akan sulit dan panjang. Di sini sebenarnya hikmah di balik musibah untuk mulai digunakan.

Meratapi, phobia, paranoid, khawatir, hopeless dan lain lain tiada guna live must go on dan live and still live. Di sinilah titik balik untuk tetap waras sehat penuh harapan dengan apa yang ada dapat untuk bertahan hidup tumbuh dan berkembang.

Kata filsuf Gelner : " segala sesuatu ada karena dimengerti". Rene des crates : " cogito ergo sum" ketika saya berpikir maka saya yg ada. Manusia sebagai mahkluk berpikir dan penuh imajinasi. Di sinilah kita memulai untuk bangkit menemukan hikmah di balik musibah. Kreatif inovasi yg dapat dilakukan di mana saja oleh siapa saja dan kapan saja bahkan dg apa yang adapun bisa. Pengkategorian inovasi dan kreatifitas untuk menghadapi dan mengatasi pandemi covid 19 dapat dikategorikan melalui religi, tradisi, seni, hobby, komuniti hingga teknologi. Hal tersebut bukanlah parsial namun dapat dielaborasi satu dg lainnya.

1. Religi
Religiusitas menjadi tanda umat beriman yg percaya dan bertaqwa kepada Tuhan YME. Berbagai kegiatan bersama dlm ibadah bersama dalam jumlah besar yg bersifat rutin hingga upacara besar keagamaan untuk sementara dialihkan atau dibatasi scr ketat berkaitan dg kebijakan social distancing. Teknologi menjembatani untuk saling bersatu walau dalam kondisi berjauhan. Seluruh dunia dpt bergerak dlm doa bersama walaupun scr virtual. Silent / hening dan meditasi dpt menjadi solusi mengisi kondisi kebosanan tinggal di rumah atau untuk mengisolasi diri. Mendekatkan kepada yg ilahi dlm berbagai cara untuk sbg refleksi dan pengendalian diri untuk waspada pikiran positif dan hati bergembira yang dipenuhi oleh rasa syukur.

2. Seni
Seni dlm bentuk nada suara gerak kata dan ceritera dpt menjadi solusi memecah kebuntuan pikir dan hati. Memdengar menukis memggambar membuat sesuatu rancangan sesuatu yang menginspirasi memotivasi bahkan dapat sebagai solusi. Seni ini apa saja bisa dengan yang ada bahkan dlm sistem digital pun dapat kita selami kedalaman musium hingga istana dan berbagai karya seni dunia hingga karya karya seni tribal atau suku suku bangsa. Kesemua itu setidaknya dapat menghibur menstimuli otak dsn hati untk berbuat atau melahirkan sesuatu.

3. Tradisi
Tatkala berbicara tradisi kita akan membayangkan suatu upacara atau ritual ritual yang dilakukan turun temurun. Dalam semua suku ada tradisi merefleksi atau tradisi menyepi untuk intropeksi diri atau untuk mencari sesuatu di luar kekuatan diri manusia secara wadag. Jangan disalah artikan untuk mencari pesugihan atau prewangan. Ini semua untuk memotivasi dir dsn menemukan solusi solusi baru dlm tradisi hening instropeksi cara bersyukur dan mensyukuri nikmat yang ada.

4. Hobby
Kegemaran olah raga dan olah rasa ini seringkali memerlukan banyak orang atau tdk dilakukan sendiri. Masa ini olah raga dan olah rasa dapat dilakukan dalam lingkup pribadi. Olah raga dsn olah rasa ini akan menjaga pikiran sehat penuh harapan ada keberanian keyakinan waspada dan mampu mengatasi situasi yg ekstrim sekalipun walaupun jgvterelaborasi dengan point 1 2  3 . Hobby ini dpt kita arahkan untuk menikmati dan mengapresiasi. Pd kondisi biasa waktu mengisi olah raga dan olah rasa bagai angin lalu tiada berbekas. Menikmati dan mengapreasi hampir terlupakan bahkan mungkin dihilangkan. Hobby ini bs jg dg bantuan teknologi untuk melihat menikmati bahkan mengevaluasi.

5. Komunti
Komuniti ini merupakan saluran komunikasi sharing informasi bahkan untuk menemukan solusi hingga berbisnis dsb. Komuniti ino di era digital sdh dibangun dlm berbagai grup atau komunikasi melalui medi. Media sosial sekarang merajai apa saja ada bisa power on hand. Sendiri dlm kebersamaan hidup walau di balik layar. Ttp produktif kreatif inspiratif dan solutif scr proaktif.

6. Teknologi
Dari point 1 sd 5 teknologi menjembatani dan membantu untuk ttp menjalin komunikasi sbg mahkluk sosial. Di era digital teknologi dibangun dlm sistem elektronik yg saling terhubung/ on line yg mengarah pd big data dan one gate service system. Pelayanan kpd publik yg prima yaitu dg standar pelayanan yg cepat tepat akurat transparan akuntabel informatif dan mudah diakses trs dpt dilakukan. Membangun sistem elektronik yg saling terhubung ditandai adanya :
a. Back office yg akan menjadi pusat data pusat analisa komunikasi koordinasi komando pengendalian dan informasi.
b. Aplication yg merupakan sistem2 recognize atau inputing data dpt dg model camera, sistem gate atau inputing signal, GPS, GIS, on board unit, RFID, QR dsb. Semua aplikasi itu bernasis Artificial intellegent shg mendukukung sistem2 analisa data yg mampu menghasilkan produk dlm bentuk info grafis, info virtual, info statistik yg real time on time dan any time.
c. Net work sbg penghubung yg berbasis Internet of things semua ini ada frekwensi bend witch mapun kekuatan signal2 untuk dpt memberikan fungsi2 pelayanan bagi hidup dan kehidupan dlm standar pelayanan prima.

Point 6 merupakan tg jawab pemerintah dan aparaturnya untuk membangun sistem2 teknologi td. Dg sistem elektronik sangat membantu dlm kondisi emergensi nahkan di masa pandemi covid spr skrg ini. Sistem2 bantuan cepat sistem kontrol sosial sistem komunikasi informasi bahkan komando pengemdalian dpt dilakukan. Alternatif pilihan tinggal di rumah work from home hingga pelerja2 di lapangan ttp trs terkontrol dlm segala kindisi bahkan bantuan jaminan dan harapan  untuk ttp bertahan hidup tumbuh dsn berkembang selalu ada. Demikian juga saat recoverynya pun cepat. Sistem teknologi ini saatnya diterapkan krnttpdpr menginspirasi mengedukasi menegakkan hukum melindungi melayani bahkan memotivasi serta memberi solusi.

* Brigjen Pol DR Chrysnanda Dwi Laksana - Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, pecinta seni.