logo

Warga Kampung Salak Tolak SKB Tampung Pasien Covid-19

Warga Kampung Salak Tolak SKB Tampung Pasien Covid-19

Warga Kampung Salak, Kota Sorong Berkumpul Menolak Gedung SKB Dijadikan Tempat Perawatan Pasien Covid-19/Foto skid (Yacob Nauly)
28 Maret 2020 13:50 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - KOTA SORONG: Warga Kampung Salak, Kelurahan Klawasi, Distrik (kecamatan) Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat, Sabtu (28/3/2020) menolak Gedung Kompleks Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) setempat, dijadikan tempat perawatan Pasien Covid-19.

"Mau untuk penampungan pasien dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasièn Dalam Pemantauan (PDP) atau lainnya di SKB ini kami tolak. Karena SKB ini terletak di tengah pemukiman warga Kampung Salak,"kata Ny Sarà, warga setempat kepada wartawan di Kampung Salak, Sabtu.

Ia, mengatakan masih banyak lokasi di luar kota Sorong seperti di pulau atau lokasi yang letaknya jauh dari pemukiman warga.

Masyarakat Kota Sorong sangat trauma dengan banyaknya informasi terkait virus Cobid-19 yang sudah banyak memakan korban jiwa.

"Kota Sorong saja laporan media 2 pasien positif Covid-19 sampai hari ini," kata Ibu Sarah.

Karena itu menurutnya, Pemerintah Kota Sorong harus banyak-banyak melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk menjelaskan persoalan ini.

Warga, lanjutnya, kaget ketika tiba-tiba ada kabar pasien Covid-19 ditempatkan di tengah pemukiman warga, seperti Gedung SKB tersebut.

Menurut saya, ini terjadi karena kurang sosialisasi tentang bahaya Covid-19 kepada masyarakat. "

"Maksud saya, coba sosialisasi kepada warga semisal berbahaya atau tidak jika tinggal berdekatan dengan kompleks gedung penampungan perawatan pasien Cobid-19 itu. Atau dibuatkan semacam imbauan agar warga tidak takut yang berlebihan,"katanya.

Warga pasti sangat memahami kalau saja ada informasi jelas tentang Corona atau Covid-19 ini. Utamanya, tentang penyebarannya lalu antisipasi dan lain-lain.

Pak Sias, warga Kampung Salak lainnya membenarkan bahwa sampai saat ini belum ada sosialisasi tentang bahaya Corona. Kemudian bagaimana penyebarannya lantas memeranginya seperti apa.

"Hingga hari ini warga masih buta tentang Covid-19 itu. Bagaimana penyebarannya, lalu antisipasinya seperti apa, itu belum diinformasikan kepada masyarakat setempat,"kata Pak Sias.

Di tempat terpisah, Juru Bicara Tim Satgas Penanggulangan Covod-19 Kota Sorong, Ruddy.R.Laku, mengatakan, di Kota Sorong 2 pasien positif pengidap Cobid-19."Ini berdasarkan Hasil Pemeriksaan Balitbangkes Kemenkes RI di Jakarta,"kata Ruddy Laku.

Kemudian 2 PDP sesuai pemeriksaan Balitbangkes negatif. Pada pengiriman pertama ke Balitbangkes Jakarta dengan kode 01 dan 02 hingga kini belum diketahui hasilnya.

Mengenai informasi ada pasien PDP meninggal pada Kamis (26/3/2020) itu benar. Hingga Jumat (27/3/2020) seorang pasien PDP lainnya sedang dirawat, demikian Ruddy Laku. ***