logo

Penyuluh KB Harus Berkontribusi Turut Memerangi Wabah Covid-19

Penyuluh KB Harus Berkontribusi Turut Memerangi Wabah Covid-19

Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo, SP OG(K).(foto,ist)
26 Maret 2020 23:18 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Di tengah maraknya virus Covid-19 yang mewabah, Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo, melalui aplikasi Talkfusion, dari kantor pusat BKKBN, di Halim, Jakarta Timur, Kamis (26/3/2020) berpesan pada Penyuluh KB/ Petugas Lapangan KB, serta Kader sukarelawan untuk tetap berkarya dan berkontribusi dalam “Memerangi” wabah Covid-19.

Seperti diketahui, BKKBN memiliki tenaga lini lapangan sedikitnya 23.000 petugas, yang bertugas secara formal sebagai Penyuluh/ Petugas Lapangan KB. BKKBN juga memiliki Kader sukarelawan mencapai 1 juta orang kader. Potensi ini digunakan untuk bersinergi dalam “Memerangi” wabah Covid-19 dengan masyarakat.

Dalam bentuk promosi-promosi yang mampu mengubah perilaku masyarakat dalam pencegahan Covid-19. “Penyuluh KB/Petugas Lapangan KB agar menggandeng kader-kader. Bentuk sebuah sistem seperti Multi Level Marketing (MLM). Saya instruksikan setiap Penyuluh KB/PLKB baik PNS dan Non PNS agar membuat group sebanyak-banyak dengan kader dan masyarakat sebagai media untuk mengedukasi cara pencegahan Covid-19," ungkap Kepala BKKBN.

Dijelaskannya, BKKBN dibantu lembaga non pemerintah JHCCP, akan mengembangkan konten-konten yang efektif untuk digunakan para Penyuluh KB/PLKB, dalam mengedukasi kader dan masyarakat. Selain melalui media daring, sosialisasi juga dapat dilakukan melalui Mobil Unit Penerangan, yang sudah diberikan kepada Perangkat Dinas KB di kabupaten/ kota se-Indonesia.

Mobil yang difungsikan untuk kegiatan penyuluhan langsung ke masyarakat ini merupakan salah satu bentuk Dana Alokasi Khusus dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. “Gunakan juga Mobil Penerangan (MUPEN) untuk memberikan informasi kepada masyarakat” katanya.

Dikemukakan Hasto, sinergikan MUPEN dengan pihak kepolisian dan juga tenaga kesehatan, untuk memberikan peringatan pada masyarakat. Akan pentingnya melakukan Social Distancing, sebagai bentuk partisipasi masyarakat.

Penyuluh KB/Petugas Lapangan KB juga dapat memberikan himbauan kepada masyarakat, agar tidak melaksanakan kegiatan pertemuan di wilayahnya. Apabila terpaksa dilaksanakan pertemuan tetap menjaga jangkauan jarak interaksi antar individu.

Sesuai dengan ketentuan prosedur kewaspadaan Covid-19 yaitu minimal 1 meter atau disarankan 1,8 meter.

Selain itu, masyarakat juga disarankan menjalankan Aksi 8 (delapan) Fungsi Keluarga (agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan lingkungan).

Dengan setiap keluarga melaksanakan aksi 8 (delapan) fungsi keluarga,serta sesuai anjuran Presiden Joko Widodo untuk belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah dirumah, maka dapat diharapkan dapat meminimalisir penyebaran Covid-19 atau Corona khususnya di dalam unit terkecil masyarakat yakni keluarga.

Editor : Gungde Ariwangsa SH