logo

Lakukan Teleconference, Mendes PDTT Ingatkan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Di Desa

 Lakukan Teleconference, Mendes PDTT Ingatkan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Di Desa

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. (foto, ist)
26 Maret 2020 16:40 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Bertatap muka via teleconference dengan perangkat desa di sejumlah daerah, dari ruang kerjanya di kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), di Jakarta, Rabu (25/3/2020), Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menjelaskan, dana desa harus difokuskan pada dua hal besar yaitu Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dan Penanganan virus Corona (Covid-19).

Daerah yang disapa Mendes PDTT, di antaranya Kabupaten Mesuji (Lampung), Nunukan (Kallimantan Utara), Pinrang (Sulawesi Selatan), Sikka (Nusa Tenggara Timur) hingga Bandung Barat (Jawa Barat).

"Untuk penanganan Covid-19, difokuskan guna pencegahan, karena saat ini belum banyak desa yaang terpapar jadi harus diantisipasi," kata Gus Menteri, sapaan akrab Mendes PDTT.

Pertama, pencegahan yang dilakukan yaitu penanganan warga desa yang berasal dari luar wilayah. Harus dialukan pendataan dengan tegas. Warga yang akan masuk desa, terlebih dahulu diminta untuk lakukan pemeriksaan di Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat, apalagi jika berasal dari wilayah yang memang telah terpapar Covid-19.

"Sebaiknya kita jangan egois dan berbesar hati untuk lakukan pengecekan. Saya saja sudah lama tidak menggendong cucu karena sadar sering keluar rumah. Saya setibanya di rumah langsung ganti baju antisipasi jika virus menempal di baju," ungkapnya.

Selanjutnya, jika warga itu dinyatakan sehat, diminta untuk lakukan isolasi mandiri di rumah selama minimal 14 hari. Agar memastikan kemungkinan virus yang tidak diketahui tidak berkembang. Setelah itu bisa berinteraksi dengan masyarakat.

Pencegahan selanjutnya, Sahabat Desa lakukan pendataan warga desa yang rentan seperti usia lanjutn dan miliki penyakit kronis. Dana Desa bisa digunakan untuk membeli vitamin atau obat untuk warga desa yang memang rentan.

"Dana desa bisa untuk beli dan suplay vitamin karena kunci dari pencegahan Covid-19 adalah daya tahan tubuh atau imun," kata Gus Menteri.

Langkah selanjutnya adalah identifikasi fasilitas desa seperti ruang-ruang sekolah atau Balai Desa. Ruang ini nantinya bakal dijadikan ruang isolasi bagi warga yang memang terpapar Virus Corona.

Bagi desa yang letaknya berdekatan dengan wilayah yang terpapar virus Corona, bisa gunakan Dana Desa untuk lakukan disinfektan di tempat-tempat umum seperti pasar, balai desa, tempat Ibadah dan sarana pendidikan.

"Dana Desa pun bisa digunakan untuk pembelian Hand Sanitizer dan ditaruh di tempat-tempat umum yang mudah diakses masyarakat," ujarnya. Penekanan pencegahan ini telah diterbitkan oleh Gus Menteri melalui Surat Edaran Nomor 8/2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

Dana Desa pun bisa digunakan oleh warga desa untuk operasionalisasi pencegahan Covid-19 seperti membangun posko di gerbang desa. Untuk lakukan pencatatan lalu lintas warga yang masuk ataupun keluar.

Jika, ada warga yang keluar menuju daerah yang disebutkan terpapar, maka bisa disarankan untuk lebih baik tinggal dulu di desa, hingga wabah pandemi global ini mereda. "Jika desa lakukan protokol kesehatan dengan benar dan disiplin maka Virus Corona tidak akan bisa masuk ke desa," kata Gus Menteri.

Editor : Gungde Ariwangsa SH