logo

Penuhi Kebutuhan Pangan, Kementan Genjot Sektor Pertanian Terus Berproduksi

Penuhi Kebutuhan Pangan, Kementan Genjot Sektor Pertanian Terus Berproduksi

Mentan Syahrul Yasin Limpo.
26 Maret 2020 12:17 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta agar produksi pertanian tetap berjalan bahkan digenjot hingga berlipat-lipat di tengah pandemi covid 19. Apalagi, sektor ini memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional.

"Adanya musibah wabah virus Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan harus terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor," tuturnya lewat keterangan tertulis, Rabu (25/3/2020).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengintruksikan semua Kementerian dan lembaga negara untuk memrioritaskan kebutuhan bahan pokok sebagai pasokan masyarakat selama proses pengendalian penyebaran Covid 19 di Indonesia.

"Kita harus bantu para petani, para pekerja harian, buruh, nelayan dan pelaku UMKM agar daya belinya tetap terjaga serta terus beraktivitas dan berproduksi," ujar Jokowi terkait penanganan Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Dalam kesempatan ini, kepala negara juga meminta agar semua pihak melakukan refocusing kegiatan dan melakukan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19. Kata Presiden, langkah ini sudah ada landasan hukum yang ditandatangani berupa Inpres Nomor 4 Tahun 2020.

Presiden menyatakan bahwa stok pangan Indonesia sejauh ini cukup untuk memenuhi kebutuhan 267 juta penduduk Indonesia. Untuk itu, dia berharap agar masyarakat tidak panik, terlebih saat menghadapi pandemi virus corona.

"Saya kemarin sudah cek di Bulog, saya melihat stok kita lebih dari cukup. Apalagi bulan April ini masih ada panen raya sehingga penyerapan oleh Bulog juga harus diatur," katanya.

Meski cukup, namun Presiden tetap meminta agar jajarannya terus memberi kepastian ketersediaan dan stabilitas harga barang-barang kebutuhan pokok lain yang diperlukan masyarakat. ***