logo

Sesalkan Test Covid 19, Dewan Minta Pemkot Bekasi Patuhi Maklumat Kapolri

Sesalkan Test Covid 19, Dewan Minta Pemkot Bekasi Patuhi Maklumat Kapolri

Rapid Test Covid 19 secara massal oleh Pemkot Bekasi. (Foto: Dharma/suarakarya.id).
25 Maret 2020 23:49 WIB
Penulis : Dharma

SuaraKarya.id - BEKASI: Kegiatan pengumpulan massa sesuai instruksi Presiden dan maklumat Kapolri harus ditegakkan. Namun, ada kesalahan prosedur yang dilakukan Pemkot Bekasi dalam pelaksanaan tes covid 19 bagi para medis di Stadion Patriot Candrabaga, Rabu (25/3/2020).

Tidak hanya instruksi Presiden dan maklumat Kapolri, namun juga instruksi Wali Kota Bekasi yang melarang mengumpulkan massa dalam jumlah besar. 

"Jadi, tes covid 19 secara massal itu harus dihentikan. Sesuai keputusan gubernur kan dilakukan door to door atau drive tru. Jadi atas dasar itu, kami meminta agar dihentikan, untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan. Dan untuk kebaikan bersama. Apalagi tes covid 19 itu tidak dilengkapi dengan APD dan diikuti lebih dari 400 orang. Kita jalankan aja door to door saja. Atau dalam jumlah yg kecil. Misalnya 10 orang," tegas Nicodemus Godjang, Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan.

Selain itu, Nico juga mengatakan agar Pemkot Bekasi konsisten dalam kebijakannya. Karena nantinya masyarakat akan mengikutinya.

"Jangan sampai nanti saat ada acara nikahan atau acara acara lain dari warga yang mengumpulkan banyak orang dan dihentikan aparat malah diprotes. Karena pemerintah sendiri yang memberi contoh," ujarnya.

Ditambahkan, Nico yang juga Ketua BP Pemilu DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi ini agar pemerintah lebih konsern dalam melakukan edukasi door to door sekaligus tes covid ke warga.

"Termasuk melakukan penyemprotan disinfectan di wilayah wilayah dan tempat ibadah. Agar virus itu bisa terbasmi. Jadi lakukan tes covid itu secara bergantian. Misalnya, untuk paramedis, dilakukan dirumah sakit masing-masing, pejabat publik ya di kantor masing masing. Intinya dilakukan dengan tidak mendatangkan banyak orang. Niat Pemkot pasti baik, tapi tidak tepat," pintanya.

Ia kembali menegaskan, agar Wali Kota dan jajarannya melakukan tes covid 19 sesuai keputusan gubernur dan menjalankan instruksi Presiden serta maklumat Kapolri. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto