logo

Ketua Pebparindo Januari Wan Perjuangkan Nasib Usaha Anggotanya Yang Terdampak Covid-19

Ketua Pebparindo  Januari Wan Perjuangkan Nasib Usaha Anggotanya Yang Terdampak Covid-19

25 Maret 2020 22:22 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Januari Wan Ketua Asosiasi Perkumpulan Pengusaha Bus Pariwisata dan Rental Indonesia (PEBPARINDO) tidak pernah bosan untuk memperjuangkan insprirasi dan nasib usaha anggotanya yang terdampak merebaknya virus Corona atau Covid-19.

Saat ini PEBPARINDO sudah  menyampaikan surat kepada Bank Indonesia dengan tembusan antara lain Presiden RI, Kementerian Keuangan, Menteri Kordinator Kemeritiman dan Investasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), DPR RI Komisi XI, Kemenhub dan  Perusahaan Pembiayaan/Multi Finance perihal Pemohonan Restrukturisasi Angsuran Kredit kendaraan  disektor Angkutan Pariwisata dan Rental.

Setelah Pemerintah menetapkan Perpanjangan Status keadaan tertentu Darurat wabah bencana penyakit akibat virus Corona sesuai dengan Surat keputusan BNPB Nomor  13A Tahun 2020 yang ditanda tangani Oleh  Kepala BNPB ( Bapak Doni Monardo ) tertanggal 29 Februari 2020. Dengan memperpanjang Status Darurat Corona menjadi 91 hari kedepan sampai dengan tanggal 20 Mei 2020.

"Dan Instruksi pemerintah mengurangi aktifitas diluar rumah, meliburkan seluruh sekolah,  penutupan beberapa objek wisata dan beberapa penerbangan domestik maupun Internasional yang mengakibatkan lumpuhnya Sektor Bisnis kami secara Global dan Nasional,  sehingga seluruh Customer pada Meresecedule bahkan membatalkan Booking   Perjalanan Setelah Pemerintah menetapkan Hal tersebut diatas," kata Januari Wan di Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Merujuk pada Pernyataan  Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) Oleh Bapak Heru Kristiyana  pada Peraturan OJK  No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai kebijakan Countercyclical  sebagai Dampak Pen Virus Corona.  Sangatlah wajar bila kami dari Lintas Organisasi Transportasi darat Secara Nasional terdiri dari :
Perkumpulan Penggusaha Bus Pariwisata dan  Rental Indonesia ( PEBPARINDO ), Rentcar Indonesia ( RCI ), Buser Rentcar Nasional ( BRN ), Perkumpulan Transportasi  Wisata Indonesia ( PTWI ) dan Organisasi Pengusaha Rentcar Daerah ( ASPERDA ) dengan Jumlah Anggota secara Nasional Lebih dari 3000 ( Tiga Ribu ) dan kami Secara bersama mengajukan Restrukturisasi / Reconditioning kepada Bank / Leasing sesuai dengan Stimulus/ Kebijakan Perbankan maupun Perusahaan Pembiayaan.

"Kami mengajukan Permohonan Penangguhan  Pembayaran Angsuran Pinjaman Kredit  baik angsuran Pokok maupun bunga   selama 6 ( Enam ) bulan kedepan  terhitung Bulan Maret 2020 s/d Bulan Agustus 2020," kata Januari Wan.

Permohonan ini kami ajukan berdasarkan UU No.37 Tahun 2004 Pasal 222 ayat (2) dan (3) dan bilamana permohonan ini tidak dikabulkan, maka akan terjadi Kredit macet yang berkepanjangan sehingga  Non Perfoming Loan akan naik diatas 5%.

"Kami minta Bapak Presiden Jokowi dan Jajaran dapat menyatukan suara untuk mengambil kebijakan Penyelamatan Usaha kami pada sektor Transportasi darat yang jelas Terdaftar pada Subdit Angkutan Jalan pada Kementerian Perhubungan di SPIONAM," kata Januari Wan.

Ia menegaskan, teriakan Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) tidak akan berarti tanpa didukung Oleh Bapak Presiden, Kemenkeu, Menko Maritim dan Investasi, Perbankan maupun Non Perbankan. ***