logo

Olimpiade Tokyo Diundur, Okto: Persiapan Bisa Lebih Matang Lagi

Olimpiade Tokyo Diundur, Okto: Persiapan Bisa Lebih Matang Lagi

25 Maret 2020 21:52 WIB
Penulis : Azhari Nasution

SuaraKarya.id - JAKARTA : Sejak awal National Olympic Committee (NOC) Indonesia mendukung apapun keputusan Komite Oliompiade Internasional (IOC) tentang jadwal pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020.  Makanya, Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari tidak kecewa ketika IOC memutuskan penundaan jadwal pelaksanaan Olimpiade Tokyo menjadi tahun 2021. 

“Sejak awal saya bilang bahwa NOC Indonesia sejalan dengan IOC dalam soal jadwal Olimpiade Tokyo 2020. Jadi, kita jelas tidak kecewa dengan adanya pengumuman resmi pelaksanaannya ditunda menjadi 2021," kata Raja Sapta Oktohari yang akrab dipanggil Okto di Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Penundaan pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020, kata Okto, sebalinya menguntungkan Indonesia apalagi program pelatnas yang telah disusun induk-induk organiasasi (PB/PP) tidak bisa berjalan akibat wabah virus Corona atau Covid 19 yang melanda dunia termasuk Indonesia. 

"Penundaan ini malah justru menjadi moment bagi kita untuk mempersiapkan atlet lebih baik lagi dengan waktu yang cukup panjang. Insya Allah, dengan persiapan yang lebih matang, maka peluang untuk bisa meraih hasil terbaik bisa tercapai pada Olimpiade Tokyo 2021," tegas Raja Sapta Oktohari.

Hingga saat ini, kata Okto, data yang masuk ke NOC Indonesia sudah ada 24 tiket yang terkonfirmasi untuk dapat mengikuti Olimpiade mendatang. “24 tiket yang terkonfirmasi untuk dapat mengikuti Olimpiade mendatang, tetapi ada beberapa proses kualifikasi yang belum terlaksana, seperti panahan, angkat besi. Nah hal inilah yang kami akan tanyakan ke pihak IOC, “ lanjut Okto.

Seperti diketahui sebelumnnya, NOC Indonesia akan mengirim surat ke Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach terkait penjelasan teknis, pasca penundaan Olimpiade Tokyo 2020. "Kami akan segera menyurati IOC untuk menanyakan teknis selanjutnya terkait penundaan ini. Apakah proses kualifikasi dihentikan dan tetap menggunakan hasil yang sekarang atau ada perubahan lain,” jelasnya.

Menyinggung rencana Menpora Zainudin Amali  yang akan segera melaporkan kabar penundaan Olimpiade Tokyo 2020 kepada Presiden RI, Joko Widodo, Okto menyebut kemungkinan belum bisa dilaporkan melalui video conference.  Pasalnya, Presiden Jokowi saat ini dalam suasana duka dimana ibunya, Ny Sudjiatmi Notomiharjo meninggal dunia di Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2020). 

"NOC Indonesia dan seluruh masyakarat olahraga turut belasungkawa atas meninggalnya ibunda Presiden Jokowi.Semoga arwah beliau diterima di sisi Allah SWT," kata Okto yang juga Ketua Umum PB ISSI. 

Penundaan Olimpiade 2020 disampaikan kepada publik setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bersama Presidem Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach sepakat menunda Olimpiade Tokyo hingga tahun depan 2021. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan adanya ancaman virus Corona atau Covid 19 jika tetap dilaksanakan sesuai jadwal, 24 Juli - 9 Agustus 2020 di Tokyo. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto