logo

Kemendes PDTT Bentuk Desa Dan Relawan Desa Tanggap Covid-19

Kemendes PDTT Bentuk Desa Dan Relawan Desa Tanggap Covid-19

Perangkat desa bersama warga menyemprotkan cairan disinfektan pada fasilitas umum dan rumah warga guna mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.(foto,ist)
24 Maret 2020 23:30 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meminta pada seluruh desa di Indonesia untuk membentuk desa dan relawan desa tanggap Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa. Surat edaran ini jadi acuan dalam pelaksanaan Desa Tanggap Covid-19 dan pelaksanaan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dengan menggunakan dana desa.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (MendesPDTT) Abdul Halim Iskandar,di Jakarta, Selasa (24/3/2020) mengatakan, pembentukan desa tanggap Covid-19 tersebut sebagai upaya untuk pencegahan dan penanganan terhadap virus corona, yang wabahnya perlahan-lahan mulai merambah hingga ke desa.

"Dalam Desa Tanggap Covid-19 ini yang pertama membentuk relawan desa untuk covid-19, yang kedua melakukan pencegahan setelah mengenali gejalanya, yang ketiga menangani ketika ditemukan kasus dan yang ke keempat mengantisipasi secara terus menerus dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah," terang Mendes PDTT, yang akrab disapa Gus Menteri.

Gus Menteri menjelaskan, dalam struktur pembentukan relawan gugus tugas Covid-19, Kepala Desa menjadi ketua dan wakilnya adalah Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) serta anggotanya terdiri dari seluruh perangkat anggota BPD, Ketua RT, RW, Pendamping Lokal Desa dan berbagai pendamping yang ada di desa baik dari Kemensos, BKKBN maupun pendamping lainnya.

"Sebagai mitra dari Relawan tersebut terdiri dari Bhabinkamtibnas, Babinsa dan level lainnya yang berasal dari instansi vertikal. Nah, itu keanggotaan dari gugus tugas desa terkait Covid-19," jelasnya.

Lebih lanjut, dijelaskannya, tim relawan yang bertugas harus memahami gejala Covid-19, sebelum melakukan sosialisasi atau melakukan pencegahan dan penanganannya. "Lakukan sosialisasi dengan berbagai cara yang tidak menciptakan kerumunan. Seperti membagikan flyer atau selebaran kertas tentang pemahaman Covid-19, memberikan pemahaman dengan mobil keliling atau dengan menggunakan speaker mesjid. Silahkan saja, caranya seperti apa, asal jangan menciptakan kerumunan," ungkapnya.

Editor : Gungde Ariwangsa SH