logo

Dana Desa, Fokus Untuk Program PKT Dan Penanganan Covid-19

 Dana Desa, Fokus Untuk  Program PKT Dan Penanganan Covid-19

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. (foto, ist)
24 Maret 2020 21:36 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Saat ini, dana desa hanya akan fokus pada dua hal yakni program kegiatan yang bersifat padat karya tunai (PKT) dan penanganan Virus Corona (Covid-19).

Demikian dikemukakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Bahkan, dia menginstruksikan seluruh kepala desa, untuk segera mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), yang belum mengalokasikan dana desa untuk dua hal tersebut. "Jadi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sudah mengeluarkan edaran kepada gubernur, bupati, wali kota, dan kepala desa terkait kebijakan itu,” ujarnya yang akrab disapa Gus Menteri.

Diungkapkannya, dampak terbesar atas merebaknya wabah virus Corona adalah pada sisi ekonomi dan kesehatan. Untuk itu, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, dana desa digunakan untuk fokus membantu menangani dua persoalan tersebut.

Gus Menteri menjelaskan, sebelum merebaknya Covid-19, pengalokasian dana desa yang tertuang dalam APBDes, mengikuti panduan prioritas penggunaan dana desa berdasarkan Permendes Nomor 11 tahun 2019. Pada Permendes tersebut dana desa dapat dialokasikan untuk berbagai program kegiatan. Seperti pemberdayaan masyarakat, PKT, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, membangun Posyandu, dan lain-lain. Namun saat ini, prioritas dana desa hanya digunakan untuk dua fokus utama yakni PKT dan penanganan Virus Corona.

“Nah hari ini, desa yang sudah buat APBDes sesuai dengan petunjuk pada Permendes Nomor 11 tahun 2019, itu harus diubah. Diubah menjadi, hanya untuk dua fokus, yang pertama adalah untuk PKT dan yang ke dua untuk pencegahan dan penanganan covid-19,” tuturnya.

Menurutnya, aturan main dalam perubahan APBDes dan pelaksanaan penggunaan dana desa untuk dua hal tersebut, telah secara detil tertuang pada surat edaran Mendes PDTT Nomor 8 tahun 2020. Terkait persentase dana desa yang digunakan untuk padat karya tunai dan covid-19, lanjutnya, harus melalui diskusi serius antara desa, pemerintah daerah, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Hal ini bertujuan untuk mendapatkan pemetaan yang utuh terkait potensi dan antisipasi penanganan covid-19. “Harus disesuaikan dengan kondisi daerah dan desa masing-masing," ujarnya.

Seperti diketahui, pelaksanaan PKT adalah untuk meningkatkan daya tahan ekonomi perdesaan. Pasalnya, Covid-19 telah memberikan dampak signifikan terhadap gejolak ekonomi global.

Editor : Gungde Ariwangsa SH