logo

Jaksa & Advokat Berharap Digelar Sidang Videoconfren Di PN Jakarta Utara

Jaksa & Advokat Berharap Digelar Sidang Videoconfren Di PN Jakarta Utara

PN Jakarta Utara
24 Maret 2020 18:46 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sejumlah jaksa baik dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara berharap majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara agar menggelar persidangan dengan sistim videoconfren saat merajalelanya wabah virus corona. Pasalnya, banyak terdakwa yang masa tahanannya sudah mepet atau habis hingga bukan tidak mungkin bebas demi hukum jika persidangannya tertunda-tunda.

Pertimbangan lainnya, volume perkara (masuk) di PN Jakarta Utara dapat dikatakan tertinggi di DKI Jakarta. Perkara-perkara tersebut datang atau bersumber dari Polres Metro Jakarta Utara, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Polres Kepulauan Seribu, Polair Polda Metro Jaya,  Baharkam Polair Polri, Bareskrim Polri, Penyidik PNS Beacukai dan Penyidik PNS Perpajakan dan lain-lainnya.

“Jika dilihat dari masuknya perkara dari tujuh atau lebih instansi penyidikan itu, maka sudah sepantasnya digelar persidangan dengan sistim viedoconfren. Bukan untuk gagah-gagahan, tetapi untuk menghindari bebas demi hukum terdakwa yang masa tahanannya hampir habis dan juga guna menghindarkan penumpukan perkara pidana,” tutur seorang jaksa penuntut umum (JPU) di Kejari Jakarta Utara, Selasa (24/3/2020).

Berdasarkan pemantauan, selain kasus-kasus narkotika, kini perkara pidum dan pidana khusus (perpajakan dan perbankan) juga digelar di PN Jakarta Utara. Untuk terdakwa kasus-kasus narkotika masa tahanannya boleh disebutkan agak sedikit lebih panjang. Tidak demikian dengan perkara-perkara lainnya. Ada pula yang sudah mepet sehingga terpaksa dipadatkan persidangannya oleh majelis hakim yang menangani kasus tersebut sebelum permasalahan virus corona ini mengganggu jadwal persidangan.

Sebagaimana diketahui sejak Senin (23/3/2020) nyaris tidak ada digelar persidangan pidana akibat kekhawatiran wabah virus corona. Hal itu terjadi karena ada aparat PN Jakarta Utara diduga terdampak virus corona. Atas alasan itu pula hampir seluruh ruangan di gedung bekas PN Jakarta Pusat itu disemprot antivirus corona akhir pekan lalu.

Selain persidangan videoconfren, jaksa dan advokat-advokat juga menghimbau Mahkamah Agung (MA) agar memprioritaskan penempatan hakim di PN Jakarta Utara sebelum diadakan mutasi dan promosi. Tidak seperti saat ini, hakim sudah kurang dipindah pula delapan orang dan belum ada pengganti kedelapan tersebut, membuat PN Jakarta Utara kayak mati gaya. Hakim-hakim yang sudah dipindah tetap bersidang sementara menunggu datang penggantinya. Entah nanti kalau sudah dilantik di tempat tugas baru apakah masih bisa menemani majelis hakim PN Jakarta Utara bersidang menuntaskan kasus atau perkara yang ikut ditangani sebelumnya.

  

Editor : Dwi Putro Agus Asianto