logo

Agus Butarbutar Berharap Peroleh Bebas Murni Karena Dirinya Korban Kriminalisasi

Agus Butarbutar Berharap Peroleh Bebas Murni Karena Dirinya Korban Kriminalisasi

Agus Butarbutar dengan istrinya Juniar saat pernikahan
24 Maret 2020 18:37 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan pemalsuan baik dengan terdakwa Agus Butarbutar maupun istrinya Juniar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara bertolak belakang dengan surat dakwaan jaksa. Ada kesan kuat kasus itu dipaksakan sedemikian rupa sejak dari penyidikan sampai berkasnya dinyatakan memenuhi syarat untuk disidangkan (P21). Akibatnya, kedua terdakwa, bahkan juga terdakwa satunya lagi Pendeta Hosea (persidangan ketiganya displit), diduga telah menjadi korban kriminalisasi.

“Kasus itu tampak betul dipaksakan kalau tidak mau disebut direkayasa. Akhirnya para terdakwa menjadi korban (kriminalisasi),” ujar seorang praktisi hukum di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Penilaian praktisi hukum itu tidak berlebihan. Hampir tidak ada saksi a charge atau memberatkan dari jaksa yang mendukung surat dakwaan jaksa itu sendiri. Justru mementahkan dakwaan. Tidak ada yang tahu tindak pidana apa dilakukan Agus Butarbutar dan istrinya Juniar.

Pada persidangan perkara Agus Butarbutar sebelumnya,  keterangan saksi pelapor satu Martin Adam, dan keterangan saksi pelapor dua Suzane Liani, misalnya, mereka tidak dapat memberikan keterangan mendukung apa yang dilaporkannya. Menjawab pertanyaan hakim, kedua saksi justru menyatakan tidak melaporkan Agus Butarbutar, mereka  tidak kenal dengan Agus Butarbutar,  dan juga tidak mengetahui pekerjaan Agus Butarbutar. Majelis hakim sendiri memeperlihatkan putusan pengadilan kepada pelapor yang di dalamnya tidak terdapat/tertulis nama Agus Butarbutar.

Saksi ketiga, Notaris Grees Parulian Hutagalung dan saksi keempat Agus, supir alm Basri Sudibyo, dalam keterangannya menyatakan tidak mengenal Agus Butarbutar dan tidak pernah bertemu dengan Agus Butarbutar.

Sidang kelima dan keenam saksi tidak datang. Dengan demikian, seluruh keterangan saksi a charge tidak mendukung atau tak menguatkan surat dakwaan. Hal itu tentu saja selain menguatkan adanya dugaan rekayasa dalam kasus itu juga semakin besar harapan Agus Butarbutar dan istrinya, terutama Agus Butarbutar yang berlatar belakang pendidikan hukum bakal peroleh putusan hakim bebas murni atau paling tidak onzlagh (ada perbuatan tetapi bukan merupakan tidak pidana).

Agus Butarbutar dan istrinya Juniar mengaku bahwa mereka baru sekali di BAP sebagai saksi di Polda Metro Jaya dan belum pernah diberikan status sebagai tersangka. Namun pada saat mereka pulang dari Singapura atau begitu tiba di rumahnya langsung di jemput aparat Polda Metro Jaya lengkap dengan surat penangkapan.

Agus Butarbutar dan istrinya Juniar juga menyebutkan bahwa saksi pelapor satu Martin Adam meributkan dan meminta sertifikat tanahnya dikembalikan. Padahal sertifikat tanah tersebut diberikan alm Basri Sudibyo (mantan suami Juniar) pada  25 Agustus 2018 kepada Juniar selaku istri sebagai hadiah. Penyerahan dilakukan di rumah Juniar di Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara lengkap  dengan tandaterima pada kertas berlogokan kantor Notaris Grees Parulian Hutagalung

Agus Butarbutar dan istrinya Juniar (menikah pada 2019) sepakat membuat pernyataan di atas materai cukup untuk mengembalikan sertifikat tersebut setelah mereka dipanggil Kanit Harda 2 Polda Metro Jaya sebagai syarat untuk damai. Dalam kesempatan itu hadir pula penasihat hukum Martin Adam yaitu Hutagalung. Agus Butarbutar dan Juniar saat itu menyatakan menyerahkan sertifikat tetapi pengacara Martin Adam selain meminta sertifikat dikembalikan juga diminta pembatalan penetapan pengadilan dan minta ganti rugi. Oleh karena tuntutan ini dinilai tidak logis dan memenuhi akal sehat, maka Kanit Harda 2 Polda Metro Jaya menyatakan tidak dapat memfasilitasi perdamaian.

Penyerahan kembali sertifikat tanah tersebut oleh Agus Butarbutar dan istrinya Juniar didasarkan pertimbangan bahwa mereka berdua sudah tua,  dan tidak butuh banyak lagi yang penting hidup tenang dan harmonis.

Agus Butarbutar mengaku percaya penuh kepada Tuhan dan setiap pagi selalu berdoa untuk meminta pertolongan Tuhan agar ikut campurtangan di dalam permasalahannya dan istri (Juniar) yang sedang mereka hadapi di pengadilan.

Mengenai tuduhan pendeta gadungan atau palsu terhadap Pendeta MH Hosea dijelaskanya bahwa Hosea bukanlah pendeta gadungan atau palsu karena hampir seluruh warga sekitar tempat Pendeta MH Hosea bermukim di daerah Perumnas Tangerang sejak lama dan juga sudah banyak orang diberkati perkawinannya. Termasuk keluarga Agus Butarbutar. Jadi, kata Agus Butarbutar bukan cerita bohong kalau Hosea pendeta. Hosea benar-benar pendeta. “Kalau ada yang bilang gadungan biarlah itu dosanya sendiri. Hukum juga nantinya akan membuktikannya. Begitu juga Tuhan akan menguatkan kalau Hosea pendeta,” kata Agus Butarbutar saat jelang sidang di PN Jakarta Utara.

Menyinggung masalah tanah di dalam rumah tangganya, Agus Butarbutar menyebutkan tidak ada istilah merebut atau kuasai dalam hukum karena seorang suami berhak memberikan kepada istrinya apa saja. Itu sah-sah saja,  tinggal dilihat di persidangan nantinya.

Agus Butarbutar mengaku bahwa dirinya tidak pernah berpikir sampai masuk tahanan atau penjara. Termasuk beristrikan Juniar. “Namun Tuhan sudah memberikan saya seorang istri yang bernama Juniar alias Vero,  saya harus bertanggung jawab menjaga dan melindungi dan ke mana pun saya pergi istri saya Juniar harus ikut dengan saya. Untuk itu, saya berdoa setiap pagi memohon agar Tuhan memberi pencerahan,  kekuatan, dan Tuhan turutcampur pula dalam perkara kami agar kami bisa pulang lebih cepat dari sini dan bisa bebas murni,” pinta Agus Butarbutar dalam doanya.

Walaupun Agus Butarbutar mengaku banyak teman terpandang tapi dia berharap tidak pernah meninggalkan Tuhan. Karena Tuhan-lah nomor satu,   nomor dua istrinya Juniar. Sebab, dirasakan doa seorang istri lebih sempurna daripada doa seorang anak atau saudara.

Agus Butarbutar dan istrinya Juniar dapat info bahwa Pendeta MH Hosea mendapat pengalihan atau penangguhan tahanan. Tidak demikian dengan dirinya dengan istrinya. Namun saat bersamaan didapat pula info bahwa Hosea mencabut kuasanya dari advokat Kamarudin Simanjuntak.

Agus Butarbutar curiga dengan pencabutan kuasa tersebut. Sebab, yang menggantikan Kamarudin Simanjuntak disebut-sebut pengacara dari saksi pelapor/korban. “Ini terlihat sangat janggal dan aneh seperti ada permainan yang saya duga dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang motifnya ingin menghancurkan terdakwa,” ujar Agus Butarbutar.

Advokat Kamarudin Simanjuntak sendiri mengakui dirinya telah mendapat info kuasa untuknya dicabut. “Saya ingin tahu. Saya penasaran, karena dalam info itu disebutkan posisi saya digantikan oleh pengacara saksi korban atau pelapor. Bagaimana pengacara pelapor menjadi pembela terdakwa yang diadukan kliennya,” ujarnya di PN Jakarta Utara.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto