logo

Mendes PDTT Akan Tingkatkan Produksi Cangkul Gempong Pande

Mendes PDTT Akan Tingkatkan Produksi Cangkul Gempong Pande

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (kanan) meninjau produksi kerajinan besi warga Gempong, Pande. (foto, ist)
16 Maret 2020 20:34 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - ACEH UTARA: Kekaguman disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, pada warga Gampong/ Desa Pande, Kecamatan Pasir, Aceh Utara yang terampil membuat berbagai ragam peralatan berbahan baku besi.

Mebdes PDTT yang akrab disapa Gus Menteri menaruh perhatian khusus pada produk cangkul. Dikemukakannya, saat kunjungan kerja ke Gampong Pande, Aceh Utara, Minggu (15/3/2020)) cangkul telah membuat gelisah Presiden Joko Widodo, karena selama ini alat pertanian tersebut masih banyak yang didatangkan dari luar negeri.

"Padahal, kita memiliki orang-orang hebat yang bisa membuat dan memproduksi cangkul," ujarnya. Bahkan, imbuhnya, industri kecil usaha kerajinan alat pertanian di Gampong Pande ini sangat membantu perekonomian warga.

Kendala yang terjadi, ungkapnya, masih banyaknya impor cangkul, harga yang masih kalah bersaing dengan cangkul impor. Selain itu, para pengrajin cangkul masih sulit untuk meningkatkan produksinya, karena bahan baku yang sulit didapatkan.

"Kita akan cari solusinya, bagaimana produksi meningkat dan harganya tidak kalah bersaing dengan produk cangkul impor. Produksi tidak meningkat disebabkan masih skala kecil dan harga kalah bersaing karena bahan baku yang sulit dicari," tutur Mendes PDTT.

Dia mengemukakan, Kemendes PDTT akan membuat tim untuk menindaklanjuti agar terjadi peningkatan produksi bagi industri kecil atau bagi para pengrajin cangkul. Sehingga, perekonomian warga di Gampong Pande terus meningkat dan sejahtera.

"Kita upayakan industri cangkul di Gampong Pande ini pendekatannya dengan Teknologi Tepat Guna (TTG). Bukan pabrikan besar, karena kalau pabrikan besar, sudah pasti keterampilan warga sudah tidak terpakai lagi karena akan ada alat atau mesin cetak produk cangkul," ungkapnya.

Yang jelas, lanjutnya, untuk meningkatkan produksi cangkul, akan dibuat skala yang besar. Akan bangun industri tapi bukan industri besar dan tidak manual. "Teknologi ditingkatkan dengan pendekatan TTG supaya produksinya cepat dan meningkat," katanya.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto