logo

Sorong, Diduga Satker Dan PPK Masih Minta Jatah Di Kontraktor

27 Februari 2020 06:11 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - SORONG: Diduga Satker dan PPK masih minta jatah dari proyek yang mereka pimpin."Biasalah kalau desember pasti Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) merapat ke kantor kontraktor. Yah untuk minta jatah entah berapa persen dari nilai proyek pemerintah yang mereka pimpin"kata karyawan kontraktor yang tak ingin namanya dimediakan kepada skid di Sorong (27/2/2020).

Menurutnya, setiap akhir tahun PPK selalu berkunjung ke kantor kontraktor menemui pimpinan.

Sepertinya sudah diatur jadi PPK itu hanya datang beberapa menit langsung keluar ruangan pimpinan dengan tas ukuran sedang yang kelihatannya sudah terisi full.

"Ini hanya informasi untuk menjadi catatan kepada pengambil keputusan di negeri ini. Bahwa untuk mencegah penyalahgunaan jabatan Satker,PPK atau kepala dinas maka perlu ada jalan terbaik," kata karyawan kontraktor yang tak igin namanya dimediakan tersebut.

Menurutnya, Satker, PPK dan kepala dinas yang menangani proyek dengan nilai besar, honor dan operasionalnya harus disesuaikan.

"Kalau tidak begitu jangan harap bisa pangkas korupsi di negeri ini. Apàlagi kualitas pekerjaan proyek pada saat ini diragukan. Karena kontraktor harus mainkan agar keuntungannya bisa untuk dibagikan kepada pos-pos yang sangat banyak,"katanya.

Sebagai orang kecil,lanjutnya, ini yang bisa disumbangkan. Maksudnya agar ke depan pembangunan di Indonesia khususnya di Papua bisa berjalan sesuai tujuan bangsa membangun negeri.

"Saya harap berita ini diangkat agar membuka wawasan petinggi negeri kita. Khususnya KPK supaya merubah metode monitoring pencagahan korupsi yang sepertinya tak efektif itu,"katanya.