logo

Sembilan WP Yang Menunggak Pajak Hingga Rp11,3 M Dipasang Stiker

Sembilan WP Yang Menunggak Pajak Hingga Rp11,3 M Dipasang Stiker

Penempelan Stiker kepada objek wajib pajak yang menunggak di kawasan Rasuna Said ,Jakarta Selatan., Rabu (24/2/2020).
26 Februari 2020 20:54 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sebanyak sembilan Wajib Pajak(WP) yang dialamatkan kepada beberapa restoran, gerai, dan bangunan milik usaha di Jakarta Selatan (Jaksel) menunggak pajak hingga mencapai total Rp11,318 miliar.

Kepala Suku Badan (Suban) Pendapatan Jakarta Selatan (Jaksel) Hendarto bersama Kasubid Penagihan dan Penindakan melakukan pemasangan stiker tanda menunggak pajak karena rata rata telah jatuh tempo sejak Desember 2019 hingga pertengahan Januari 2020.

"Penempelan stiker bagi penunggak Pajak Daerah dilatarbelakangi oleh adanya tunggakan Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPDKB) yang belum dibayar oleh wajib pajak sampai dengan lewat jatuh tempo pembayaran," ujar Hendarto di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (26/2/2020).

Hendarto mengatakan tujuan pemasangan stiker ini adalah langkah awal untuk penindakan kepada sembilan WP tersebut, sehingga diharapkan adanya realisasi pembayaran mereka.

Disamping itu, kata Suban Pendapatan Kota Administrasi Jaksel juga ingin memberikan efek jera agar para WP tidak lagi mengulangi menunggak pembayaran pajak di masa yang akan datang. "Hal ini mengingat pajak restoran adalah pajak yang dipungut dari Subjek Pajak (tamu restoran) yang harus disetorkan kepada Daerah," tuturnya.

Hendarto menambahkan penempelan stiker dilakukan setelah adanya upaya-upaya penagihan meliputi pengiriman Surat Himbauan Peringatan. "Namun wajib pajak belum juga melakukan pembayaran tunggakan pajaknya hingga jatuh tempo," tuturnya.

Sembilan WP yang menunggak pajak antara lain; empat restoran The Grand Ducking di kawasan Rasuna Said, Kasablanka, Pondok Indah, dan TB. Simatupang. Kemudian, ada Nannys Pavilion di Kasablanka, Restoran Billiechick di Rasuna Said, Aphrodite Rest di Epicentrum Walk, dan Gerai Liquid Exchange di Episentrum Walk Kuningan.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto