logo

Sidney Alami Pergeseran Tren Hunian

Sidney Alami Pergeseran Tren Hunian

24 Februari 2020 12:51 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Pergeseran tren hunian di Sydney sudah terasa dalam 2 dekade terakhir. Perusahaan pengembang di Australia, Crown Group menyebut masyarakat usia produktif di wilayah itu lebih menyukai hunian berukuran kompak yang dekat dengan tempat kerja dan dikelilingi oleh pusat perbelanjaan dan kuliner.

Menurut CEO dan pendiri Crown Group, Iwan Sunito, pertumbuhan penduduk yang pesat mengakibatkan bertambahnya jumlah tenaga kerja usia muda yang memiliki preferensi tersendiri untuk hunian tempat tinggal. "Realita ini mengakibatkan tergerusnya popularitas rumah tapak melalui keberadaan hunian vertikal," ujarnya, Senin (24/2/2020).

Michael Yardney, seorang penasehat investasi dan penulis buku-buku terlaris di Australia menyebut,  pasar properti Sydney sedang dalam arah yang tepat untuk kembali bangkit berdasarkan data selama 12 bulan terakhir hingga Desembar 2019.  "Selama 40 tahun terakhir, pertumbuhan rata-rata properti yang terjadi di kota Sydney mencapai 7,4%," ujarnya.

Artinya, kata dia, banyak properti yang nilainya menjadi dua kali lipat di setiap dekade.  Pada bulan November 2019 SQM Research yang merupakan badan penelitian investasi terlemuka di Australia memperkirakan harga rumah tapak dan hunian vertikal kota Sydney akan tumbuh sebesar dua digit pada 2020

Sebagai informasi, harga 1 unit apartemen tipe 1 kamar tidur di V by Crown Group di Parramatta pada tahun 2014 adalah Rp6,25 miliar dan tahun 2018 sudah bernilai Rp7,65 miliar, sementara tipe unit apartemen 1 bed + study di Skye by Crown Group di North Sydney pada tahun 2013 adalah Rp7,6 milyar dan pada tahun 2018 sudah mencapai Rp9,67 miliar.

Mengutip laporan PBB, Iwan menyebutkan bahwa  2050, 68% populasi dunia akan menempati area perkotaan. Jumlah ini akan meningkat dari saat ini yang hanya sebesar 55%

Laporan PBB juga memprediksikan adanya tambahan 2,5 juta orang yang akan tinggal di kota 30 tahun ke depan. "Negara bagian New South Wales yang memiliki populasi sebesar 7,988,241 merupakan lokomotif perekonomian di Australia yang menghasilkan GSP (Gross State Product) sebesar AUS$ 604 miliar atau 32,7% dari total GNP Australia," ujarnya.

Sidney sendiri sudah memiliki kelengkapan yang  sebuah kota metropolitan dan didukung oleh pembangunan infrastruktur transporatsi massal yang masif.  "Tidak mengherankan bila Sydney menjadi salah satu kota yang paling diminati untuk dihuni di Australia," ujarnya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto