logo

Oknum Kontraktor Halangi Wartawan Jalankan Tugas Di Kota Sorong

 Oknum Kontraktor  Halangi  Wartawan Jalankan Tugas Di Kota Sorong

Pasar Modern Rufei Kota Sorong Ini Dibangun Gunakan Anggaran Pemerintah Daerah Dan Bantuan Presiden RI,Joko Wododo.Karena Pembangunan Pasar ini Cukup Lama Sehingga Menjadi Pertanyaan Warga Setempat/Foto : Istimewa
22 Februari 2020 23:22 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - KOTA SORONG: Kontraktor  Lokal, melalui  salah satu petugasnya menghadang  sejumlah wartawan yang hendak meliput  perkembangan  pembangunan Pasar Modern di  Rufei, pusat Kota Sorong, Papua Barat,  Sabtu (22/2/2020).

Para wartawan itu dihadang  aparat keamanan atas perintah pihak kontraktor  lokal Sorong. Meski, para   jurnalis itu sudah  menunjukkan kartu wartawannya.

Pemberitaan pasar tersebut penting dilakukan  karena selain  dibangun menggunakan anggaran Pemerintah Kota Sorong tapi juga  ada bantuan Presiden Joko Widodo  senilai  puluhan  miliar rupiah.

Yang menjadi  perhatian wartawan,  adalah karena  Pembangunan pasar modern tersebut sudah cukup lama. Namun, belum juga selesai sehingga menarik perhatian para jurnalis lokal mau pun nasional untuk melakukan tugas  investigasnya terkait  lamanya pembangunan pasar  modern  itu.

Pihak Dinas PUPR Kota Sorong dikonfirmasi  tak  bersedia memberikan keterangan sehubungan dengan ulah kontraktor penghalang  tugas  wartawan yang dilindungi UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Pejabat  Kontraktor lokal   yang menghalang-halangi tugas  jurnalis tersebut  telah melanggar pasal 6 UU Pers tahun 1999. Intinya, wartawan menjalankan tugas untuk  pemenuhan hak masyarakat agar mengetahui informasi tentang   perkembangan   pembangunan  di suatu daerah.

Oleh karenat itu, tugas Pers/wartawan  seperti pasal 4 UU Pers  ayat (3)  menjamin  kemerdekaan Pers  untuk mencari, memperoleh dan menyebarkan suatu gagasan dan informasi kepada masyarakat.

Atas dasar perintah UU tersebut, wartawan dituntut untuk memberikan informasi melalui media masing- masing. Yaitu, pemberitaan   tentang perkembangan pembangunan pasar modern  Rufei, kota Sorong yang dibangun dengan anggaran pemerintah daerah dan pemerintah pusat itu kepada masyarakat.

Karena itu, wartawan minta Wali Kota Sorong, melalui kepala dinas PUPR setempat,  memberikan sanksi paling tidak teguran  terhadap kontraktor tersebut. Karena, telah melecehkan pekerjaan jurnalis untuk melaporkan atau menginformasikan perkembangan pembangunan di daerah ini kepada masyarakat. ***