logo

Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi Sleman: Delapan Korban Teridentifikasi, Semua Pakai Rok Panjang

Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi Sleman: Delapan Korban  Teridentifikasi, Semua Pakai Rok Panjang

Tim SAR gabungan kembali menemukan korban tewas pada pencarian siswa SMP Negeri 1 Turi Sleman yang tertimpa tragedi terseret arus air saat melakukan susur Sungai Sempor.
22 Februari 2020 22:29 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - SLEMAN: Tim SAR gabungan menemukan delapan korban tewas dalam  pencarian siswa SMP Negeri 1 Turi Sleman yang tertimpa tragedi terseret arus air saat melakukan susur Sungai Sempor. Masih ada dua orang siswa yang belum ditemukan sehingga percarian masih akan terus dilakukan.

Kepala Kantor Basarnas DIY, Lalu Wahyu Effendi dalam keterangannya Sabtu (22/2/2020) menyatakan, orang korban meninggal dunia telah teridentifikasi. Sedangkan tim terus mencari 2 siswa yang belum ditemukan.

Disebutkan, seluruh korban meninggal dunia berjenis kelamin perempuan dan menggunakan rok panjang. "Saat berada di air, rok menghalangi air. Kalau pakai celana, air langsung lewat," kata, Lalu Wahyu Effendi, di Posko SAR Gabungan, Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.

Malam ini, tim memutuskan akan menghentikan pencarian korban hilang. Proses pencarian akan dilanjutkan esok pagi, pukul 06.00 WIB, dan menyesuaikan kondisi di lapangan. Pencarian akan dilakukan hingga tujuh hari ke depan.

"Pencarian dihentikan pukul 21.00 WIB karena pertimbangan jarak pandang terbatas dan diketahui ada sejumlah palung di titik pencarian," ujarnya seperti dilansir ayosemarang.com.

Upaya pencarian korban dengan pemasangan jaring di sejumlah titik aliran sungai masih belum berhasil. Pencarian korban esok hari akan dilakukan di empat section seperti pencarian sebelumnya. "Tidak diperluas lagi, dengan asumsi pencarian dimulai dari titik awal," tuturnya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan menuturkan, korban saat ini langsung dibawa ke Puskesmas Turi. "Menuju Puskesmas Turi untuk dilakukan identifikasi," katanya.

Delapan orang meninggal dunia ini adalah Sovie Aulia (15), Arisma Rahmawati (13), Nur Azizah (15), Lathifa Zulfa (15), Khoirunnisa Nurcahyani Sukmaningdyah (14), Evieta Putri Larasati (13), Faneza Dida (13) dan Adib Auliawan Herlambang.

"Total dari jumlah siswa yang ikut kegiatan susur sungai ada 249 siswa. Kelas 7 ada 124 siswa. Kelas 8 ada 125 siswa. Terkonfirmasi selamat 216 siswa dan yang mengalami luka 23 siswa," ucap Kepala BPBD DIY, Biwara Yuswantana. ***