logo

Kerukunan Kunci Kesejahteraan Masyarakat Di Desa

Kerukunan Kunci Kesejahteraan Masyarakat Di Desa

Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi (tengah) didampingi istri Zara Murzandina (kanan).(foto,ist)
21 Februari 2020 18:01 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - MAMUJU: Kendati berasal dari suku, budaya dan agama yang berbeda-beda. Warga transmigran di UPT Rano, Desa Mehalaan, Kecamatan Mehalaan, Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), hidup sangat rukun. Kondisi tersebut membuat Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi, menyatakan rasa bangganya melihat kerukuan tersebut.

Bahkan, Wamendes menilai warga transmigran di UPT Rano terbilang sangat rukun. Nama Desa Mehalaan dalam bahasa Toraja berati Tanah yang diberkati.

Kerukunan bisa menjadi modal penggerak kemajuan. "Kerukunan adalah kunci dari kesejahteraan masyarakat di sebuah desa," ujar Wamendes.

Dikemukakan lebih lanjut, persatuan nasional itu mahal, berapa juta pahlawan dan pendiri bangsa ini mengorbankan jiwa raganya untuk mendirikan bangsa Indonesia. "Pernah atau tidak mereka memikirkan dan mempertanyakan suku apa agama apa? Para pahlawan dan pendiri bangsa pernah gak mempertanyakan itu?" tutur Wamendes Budi Arie Setiadi, di Mamasa, Sulbar, Kamis (20/2/2020).

Wamendes Budi Arie yang didampingi istrinya Zara Murzandina optimis warga transmigrasi di Mamasa tersebut kesejahteraannya terus meningkat. "Keberagaman dan kerukunan di Kabupaten Mamasa bisa menjadi inspirasi bagi sebuah kemajuan. Mamasa adalah miniatur Indonesia.Para tokoh agamanya menyejukan, mendamaikan dan menyatukan," ujarnya.

Salah satu tujuan dari transmigrasi, dikemukakannya, ialah untuk pembangunan Indonesia yang merata alias tidak hanya terpusat di Pulau Jawa dan Jakarta. "Pembangunan Indonesia sentris artinya pembangunan yang adil dan merata di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote khususnya dan yang tidak boleh dilupakan adalah Mamasa," pungkasnya.

Seperti diketahui, UPT Rano Desa Mehalaan, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa dibuka sejak 2016 oleh Direktorat Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi (PKP2Trans) Kemendes PDTT dan mempunyai daya tampung sebanyak 250 KK. Hingga saat ini, UPT Rano masih dihuni oleh 205 KK yang mayoritas berasal dari Pulau Jawa dan Bali, rencananya pada tahun 2020 PKP2Trans Kemendes PDTT akan memenuhi daya tampung tersebut yang masih tersisa 35 KK.

Editor : Gungde Ariwangsa SH