logo

Libatkan WN Kamerun, Sindikat 'Black Dollar' Ngaku Bisa Gandakan Uang

Libatkan WN Kamerun, Sindikat 'Black Dollar' Ngaku Bisa Gandakan Uang

Foto (SK/Sadono)
19 Februari 2020 19:56 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sindikat penipuan 'black dollar" digulung Tim reserse Direskrimum Polda Metro Jaya (PMJ) .

"Sindikat ini memanfaatkan WN Kamerun yang bisa  menggandakan uang. Ternyata penggandaan yang dimaksud bohong bohongan," kata Kabid Humas PMJ Kombes Yusri Yunus di Mapolda, Rabu (19/2/2020).

WN Kamerun
berinisial DG beserta S, V dan AMY berbagi tugas.
Ada yang mencari pemilik valas, merayu, dan menyiapkan hotel untuk mengatur pertemuan.
Modus penipuannya adalah menunjukkan sebuah tayangan video tentang penggandaan uang kepada calon korbannya. 

"Jadi, dari 10 dolar bisa menjadi 30 dolar, 100 dolar jadi 300 dolar,” jelasnya

Bersama komplotannya, DG warga Kamerun ini menjanjikan dapat menggandakan uang dalam tempo 10 jam, uang dolar bisa menjadi tiga kali lipat jumlahnya.

Ada korban yang tergiur lantas menyerahkan uang 10 ribu dolar AS setara sekitar Rp140 juta dengan harapan mendapat tiga kali lipat

“Namanya adalah black dollar. Korban menerima black dollar itu dalam kondisi dikemas rapat dengan lakban. Ketika dibuka, memang bukan dolar asli,” terang Kombes Yusri.

Merasa ditipu Korban melapor ke Polda Metro Jaya. Kemudian Polisi menangkap dan memproses keempat anggota komplotan ini

Keempatnya dijerat dengan menggunakan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 372 (tentang penggelapan) dan 378 (tentang tipu muslihat). Pelaku DG, S, VL, dan AMY kini menghadapi ancaman hukuman pidana empat tahun penjara.

Editor : Gungde Ariwangsa SH