logo

Pancasila : Ideologi Paling  Ramah Bagi Semua Agama Tak Terbantahkan

Pancasila : Ideologi Paling Ramah Bagi Semua Agama Tak Terbantahkan

14 Februari 2020 00:00 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: 

Ir HM Idris Laena, MH 

Pendapat yang mengatakan bahwa musuh besar Pancasila adalah agama adalah tidak benar sama sekali dan sesat dalam berfikir. Sejarah menunjukkan betapa ramahnya Pancasila terhadap semua agama dan keyakinan yang berbeda setiap warga negara.

Terbukti sejak Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 sampai kemudian dirumuskan dalam Piagam Jakarta, khususnya pada sila pertama yang mencoba mengakomodir kelompok Islam pada saat itu, membuktikan betapa Pancasila sangat ramah terhadap isu agama ini.

Kemudian setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, para pendiri bangsa ini juga menghadirkan konstitusi yang menjadi pedoman dalam berbangsa dan bernegara yang kemudian di setiap tanggal 18 Agustus, masyarakat Indonesia memperingatinya sebagai Hari Konstitusi.

Sekali lagi sejarah membuktikan bahwa rangkaian peristiwa itu, menunjukkan Pancasila sangat ramah terhadap agama, khususnya agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia.

Gambaran sejarah diatas menunjukkan bahwa pada hakekatnya Pancasila dirancang menjadi sebuah ideologi yang universal. Bayangkan saja, Sila Pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, yang berarti secara terbuka mengakomodir agama-agama, menunjukkan bahwa pandangan yang mengatakan bahwa musuh besar Pancasila adalah agama terbantahkan dan sama sekali tidak benar dasar argumentasi maupun alasan kesejarahan serta fakta yang terjadi di tengah kehidupan masyarakatnya.

Kita, Bangsa Indonesia patut bersyukur bahwa harmonisasi Pancasila dengan agama-agama yang diakui di Indonesia dapat kita rasakan dengan baik dibandingkan negara lain yang bahkan dalam satu agama saja, karena perbedaan mashab bisa menimbulkan pertentangan, pertikaian dan konflik saling memerangi satu sama lainnya***

Penulis adalah Ketua Fraksi Golkar MPR RI