logo

Melawan Lupa, Jalan Terjal AJB Bumiputera 1912

Melawan Lupa, Jalan Terjal AJB Bumiputera 1912

12 Februari 2020 22:43 WIB

SuaraKarya.id - Oleh: Diding S Anwar

Persembahan: HUT ke 108, AJB Bumiputera 1912

Guru tetaplah guru yang tidak dapat dibandingkan dengan profesi lainnya, karena telah melekat gelar sebagai "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa".

Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912, lahir sebagai bentuk keprihatinan atas nasib para guru pribumi. Tiga Serangkai Guru, Founding Fathers AJB Bumiputera 1912 yakni M Ng Dwidjosewojo, MKH Soebroto, serta M. Adimidjoyo. Dwidjosewojo yang berprofesi sebagai guru dan sebagai Sekretaris Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang didirikan pada tahun 1912, cikal bakal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang terbentuk pada 25 November 1945 atau seratus hari setelah proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Didorong oleh keprihatinan yang mendalam terhadap nasib para guru Bumiputera, Tiga Serangkai Guru menemukan fakta ternyata sistem proteksi asuransi sudah dijalankan dalam sistem gotong royong yang berlaku di masyarakat pribumi. AJB Bumiputera 1912 sebagai organisasi perusahaan yang merupakan batu pertama perasuransian 100 persen milik Bangsa Indonesia di Bumi Nusantara.

Dengan modal awal nol sen AJB Bumiputera 1912, memulai usahanya. Perusahaan asuransi ini berbentuk Onderlinge atau Mutual (Usaha Bersama), perusahaan dapat didirikan tanpa harus menyediakan modal terlebih dahulu.

Perusahaan ini hanya mengutamakan penerimaan pembayaran premi dari pemegang polis (pempol) sebagai modal kerjanya dan para pengurusnya tidak mendapatkan honorarium, mereka bekerja dengan sukarela. Pada Oktober 1913, Onderlinge Lavenzekering Maatscappij PGHB mendapatkan subsidi dari Pemerintah Hindia Belanda sebesar 300 gulden setiap bulannya selama 10 tahun.

Sebagai perwujudan ikatan emosional dan sejarah, AJB Bumiputera 1912 menjadikan produk produknya identik dengan proteksi pendidikan, Produk Asuransi Beasiswa Berencana, Produk Mitra Cerdas, Produk Mitra Guru merupakan produk AJB Bumiputera 1912 yang paling populer dan melekat pada masyarakat. Semuanya menjadi bukti ikatan emosional antara AJB Bumiputera 1912 dan persoalan pendidikan di mana guru merupakan pilar maju mundurnya pendidikan.

Guru menjadi bagian dari sejarah panjang bangsa Indonesia. Guru telah menjadi cikal bakal berdiri dan tumbuhnya AJB Bumiputera 1912. Guru merupakan profesi sepanjang masa yang tidak akan pernah hilang.

Dwidjosewojo juga ikut mendirikan Boedi Oetomo dan menjabat sebagai Sekretaris Pengurus Besar Boedi Oetomo. Gagasan AJB Bumiputera diungkapkan dalam Kongres Boedi Oetomo, yang digelar pada tahun 1910. Gagasan secara aklamasi diterima, namun tertunda atau belum bisa langsung terlaksana, berdiri / lahir empat tahun setelah Kebangkitan Nasional 1908.

Perusahaan ini adalah alat perjuangan bangsa yang begitu gagah berani di tengah tengah perjuangan bangsa Indonesia dalam menghadapi penjajah.

12 Februari 2020, AJB Bumiputera 1912 genap berusia 108 tahun, sungguh sangat startegis dan membanggakan Bangsa Indonesia. Sebagai satu-satunya Usaha Bersama (UBER)/Mutual yang dibangun oleh Tiga Tokoh Guru/Pengurus Boedi Oetomo, dengan cita cita demi mensejahterakan rakyat dalam suasana keprihatinan. Sangat disayangkan bila AJB Bumiputera 1912 bubar.

Saat ini, AJB Bumiputera 1912 sedang krisis/sakit. Bagaimana agar segera sembuh dan bertahan hidup serta terus eksis? Bukan hal yang mustahil, bisa berhasil sembuh dan tetap eksis, serta bertahan hidup.

Preseden di sejumlah perusahaan ketika mengalami krisis, mereka melakukan restrukturisasi dan penyehatan juga rebranding dan lain-lain. Kondisi saat ini (internal dan eksternal) antara lain telihat dari, Penerimaan premi pempol dari tahun 1992 sd 2019 sekitar Rp. 90,4 triliun. Pembayaran klaim kepada pempol dari tahun 1992 sampai 2019 sekitar Rp. 78,9 triliun.

Outstanding klaim pempol yang jatuh tempo sama dengan akhir tahun 2019 sebesar Rp. 4,2 triliun. Perkiraan tambahan klaim pempol yang jatuh tempo tahun 2020 sekitar Rp. 5,4 Triliun. Setiap tahun berikutnya jumlah klaim mungkin berkisar sama seperti tahun 2020.

Memiliki 11 (sebelas) Anak Perusahaan (baik perusahaan yang bergerak di bidang Asuransi Umum/General, Asuransi Jiwa Syariah, Reasuransi, Pengelola Properti, Sewa Gedung, Perhotelan, Manajer Investasi, Sekuritas, Finance, Pengelola IT/Informatica, Kontraktor, Percetakan. Memiliki Badan Penyertaan dan Yayasan (Dana Pensiun Lembaga Keuangan/DPLK, Yayasan Pendidikan / STIE Dharma Bumiputera, Yayasan Kesejahteraan Karyawan).

Memiliki banyak aset properti yang potensial. Memiliki ribuan SDM yang handal. Memiliki ribuan agen yang militan dan profesional. Memiliki dukungan penuh dari Pemerintah, DPR, Regulator maupun tokoh tokoh masyarakat.

Dengan demikian, AJB Bumiputera 1912 wajib berupaya mengembalikan kepercayaan masyarakat Pempol/Calon Pempol. AJB Bumiputera 1912 mutlak harus melakukan penyehatan, dengan penerapan GCG Asuransi Mutual yang disiplin. Menyiapkan inovasi big data demi kemudahan pempol dan stakeholder.

Peluang masa depan sangat prospektif, potensi pasar Asuransi Jiwa di Indonesia sangat besar, masih 93,4 persen, yang belum tergarap dari total 270 juta penduduk Indonesia. Perlu ikhtiar untuk menaklukan pasar Indonesia yang belum insurance minded, melalui segmen pasar millenial, tentunya dengan kompetensi yang sehat.

Ibarat AJB Bumiputera 1912 adalah Candi Borobudur atau Candi Prambanan, silakan dirapikan, dipugar, direnovasi agar tetap eksis di Bumi Nusantara. Namun, tetap sebagai Candi Borobudur atau Candi Prambanan sebagai keajaiban dunia autentik dan uniknya Indonesia.

Selama 108 tahun menunggu, akhirnya terbitlah Payung hukum berupa Peraturan Pemerintah RI (PP) Nomor 87 tahun 2019 tentang Perusahaan Asuransi Berbentuk Usaha Bersama/UBER/Mutual. Sungguh suatu anugerah, yang patut kiranya kita syukuri, karena Pemerintah Presiden Jokowi telah menerbitkan PP pada tanggal 26 Desember 2019.

Dalam PP Nomor 87 tahun 2019 tentang Usaha Bersama/ UBER/Mutual dijelaskan bahwa Pempol adalah hanya WNI atau Rakyat Indonesia, pempol adalah Pemilik Perusahaan. Hal ini, tentunya sejalan dengan akar budaya bangsa Indonesia yang sejak jaman nenek moyang melaksanakan gotong royong serta kerja sama secara rukun.

UUD 1945 pasal 33 juga menyatakan, "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. In Syaa Allah AJB Bumiputera 1912 akan tetap eksis mengabdi di Bumi Nusantara demi kesejahteraan masyarakat banyak. Pemerintah telah hadir, dengan niat yang sungguh untuk menyelamatkan dan mempertahankan AJBB 1912 sebaga Perusahaan Asuransi Berbentuk Usaha Bersama/UBER/ Mutual satu satunya di Indonesia.

Di dunia ada 5.100 perusahaan asuransi berbentuk Mutual/UBER dan Koperasi yang berasal dari 77 Negara. Tentunya keluarga besar AJB Bumiputera 1912 sebagai penerus harus memelihara nilai nilai luhur kebersamaan guna menunjukan karya pengabdiannya yang terbaik. Sehingga, masyarakat merasakan kesejahteraan dengan sajian pelayanan prima.

Kalau Bukan Insan AJB Bumiputera 1912, siapa lagi? Insan AJB Bumiputera 1912 bersama Serikat Pekerja NIBA AJB Bumiputera 1912 merupakan kekuatan terbesar serta garda depan dalam mempertahankan dan melanjutkan cita cita luhur para pendiri dan pendahulu, dengan meneladani sifat jujur, ulet, dan semangat yang tidak mengenal menyerah, serta ketahanmalangan/keprihatianan dengan kerja cerdas, keras, tuntas dan ikhlas.

Harus berusaha jualan kembali produk yang dapat dipercaya masyarakat. Sehingga, jumlah pempol atau pemilik perusahaan terus bertambah, tidak boleh menyusut, karena pemiliknya dikhususkan untuk masyarakat Indonesia.

Maju terus AJB Bumiputera 1912 sebagai satu satunya Perusahaan Asuransi Jiwa di Indonesia yang berbentuk Usaha Bersama (UBER)/ Mutual. Semakin bermutu dan modern serta terus berkembang dan berkomitmen melakukan pelayanan prima dengan sepenuh hati, sesuai slogannya "Asuransinya Bangsa Indonesia".

Editor : Dwi Putro Agus Asianto