logo

Mantan Dirut Perindo Didudukkan Di Kursi Pesakitan Pengadilan Tipikor

Mantan Dirut Perindo Didudukkan Di Kursi Pesakitan Pengadilan Tipikor

terdakwa Risyanto Suanda
12 Februari 2020 20:00 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Mantan Direktur Utama (Dirut) Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda didudukkan di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (12/2/2020). JPU KPK M Nur Azis mempersilahkan Risyanto telah menerima suap atau gratifikasi sebanyak 30 ribu dolar Amerika Serikat (AS) dan 80 ribu dolar Singapura.

Dalam surat dakwaannya, M Nur Azis menyebutkan terdakwa menerima masing-masing 30 ribu dolar AS dari Richard Alexander Anthony, dan sebesar 30 ribu dolar Singapura dari Desmond Previn, dan sebesar 50 ribu dolar Singapura dari Juniusco Cuaca alias Jack Hoa alias Jack Yfin.

 

M Nur Azis mengatakan, terdakwa Risyanto menerima uang 30 ribu dolar AS dari Richard Alexander Anthony sebagai komisaris PT Inti Samudera Hasilindo yang bergerak di bidang perdagangan hasil perikanan. PT Inti Samudera Hasilindo bekerjasama dengan Perum Perindo termasuk juga penyewaan lahan seluas 540 m2 dan 14.000 m2 di Muara Baru Ujung, Jakarta Utara.

Pada Februari 2019, Risyanto bertemu Richard di Hotel Gran Melia Jakarta dengan menyampaikan permintaan uang. Atas kesanggupan Richard, Risyanto pun memberikan nomor telepon M Saefulah alias Ipul untuk penyerahan uang. "Selanjutnya Richard memberitahukan M Saefulah alias Ipul untuk menerima uang di Hotel Gran Melia Jakarta. M Saefulah alias Ipul pun menuju Hotel Gran Melia Jakarta untuk menerima uang dari Richard sejumlah 30 ribu dolar AS. Setelah menerima uang tersebut, M Saefulah alias Ipul menyerahkannya kepada terdakwa,"  ungkap M Nur Azis.

Jaksa dalam dakwaannya itu juga menyebutkan terdakwa Risyanto menerima 30 ribu dolar Singapura dari Desmond Previn sebagai pengusaha di bidang perikanan. Desmon Previn disebut jaksa salah satu orang yang memanfaatkan persetujuan impor hasil perikanan milik Perum Perindo. Berikutnya pada 2 Juli 2019, Risyanto bertemu Desmond di Restoran Remboelan Plaza Senayan Jakarta membahas kerja sama hasil perdagangan perikanan. Dalam pertemuan itu, Risyanto meminta bantuan uang kepada Desmond. Atas permintaan itu, Desmond memberikan uang secara bertahap kepada Risyanto melalui Adi Susilo alias Mahmud. Setelah menerima uang itu, Mahmud menyerahkan kepada Rika Rachmawati untuk diserahkan ke Risyanto.

"Rika Rachmawati menyerahkan uang tersebut kepada terdakwa, sehingga penerimaan uang oleh terdakwa dari Desmond Previn melalui Adi Susilo alias Mahmud dan Rika Rachmawati sebesar 30 ribu dolar AS," ujar jaksa.

Berikutnya Risyanto menerima uang 50 ribu dolar Singapura dari Juniusco Cuaca alias Jack Hoa alias Jack Yfin sebagai Direktur Utama PT Yfin Internasional yang bergerak di bidang ekspor-impor hasil perikanan. PT Yfin Internasional bekerja sama dengan Perum Perindo termasuk penyewaan lahan seluas 160 m2 di Muara Baru Ujung, Jakarta Utara.

Pada 13 September 2019, Risyanto bertemu Juniusco di Hotel Aryaduta Jakarta membahas pengembangan bisnis cold storage Perum Perindo di daerah. Dalam pertemuan itu, Risyanto juga meminta bantuan uang kepada Juniusco. Atas permintaan itu, Juniusco memberikan uang 50 ribu dolar Singapura  kepada Risyanto melalui Adi Susilo alias Mahmud. "Adi Susilo alias Mahmud menyerahkan uang tersebut kepada Rika Rachmawati di Restoran Lobo, Hotel Ritz Charlton Jakarta. Setelah itu Rika menyerahkannya lagi kepada terdakwa Risyanto," urai jaksa.

Atas serangkaian perbuatan itu, terdakwa Risyanto dipersalahkan melanggar Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP dengan acaman hukuman cukup berat ditambah denda dan uang pengganti sebesar uang negara yang dikorupsi.

Editor : Gungde Ariwangsa SH