logo

KPK Terus Kebut Penanganan Kasus Eks Sekretaris MA Nurhadi

KPK Terus Kebut Penanganan Kasus Eks Sekretaris MA Nurhadi

tersangka Nurhadi
12 Februari 2020 19:57 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang dilakukan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dengan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto (HS) terus digenjot penyidik KPK. Boleh jadi para penyidik antirasuah itu berharap berkas perkara baik Nurhadi maupun Hiendra sudah rampung sebelum diputus lagi permohonan praperadilan yang diajukan Nurhadi Cs.

Untuk maksud cepat tuntasnya pemberkasan perkara Nurhadi Cs, penyidik KPK pun memanggil Sekretaris Pengadilan Tinggi (PT) Agama Medan, Hilman Lubis sebagai saksi kasus dugaan suap dan gratifikasi perkara di Mahkamah Agung (MA) berkaitan dengan tindak kejahatan yang dialamatkan terhadap Nurhadi Cs.

Tidak hanya saksi Hilman saja, penyidik KPK juga memanggil saksi lainnya yakni Branch Manager Bank Bukopin Cabang Surabaya, Ferdy Ardian. "Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HS (Hiendra Soenjoto)," kata Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Terkait kasus ini, KPK menetapkan tiga tersangka. Nurhadi (Sekretaris MA 2011-2016) ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yakni menantu Nurhadi sendiri, Rezky Herbiyono (RHE), dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto (HS).

Ketiga tersangka diduga telah melakukan suap terkait pengurusan perkara yang dilakukan sekitar tahun 2015-2016, dan melakukan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan namun bertentangan dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Tersangka Nurhadi melalui Rezky diduga telah menerima janji dalam bentuk sembilan lembar cek dari PT MTI serta suap atau gratifikasi dengan total Rp 46 miliar untuk sebuah penanganan perkara Peninjauan Kembali (PK). Selain itu, uang suap itu juga diduga untuk memenangkan HS dalam perkara perdata terkait kepemilikan saham PT MIT.

Terkait kasus Hiendra dan Nurhadi beberapa hakim di PN Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan PN Jakarta Utara saat ini dilanda stres berat. Mereka khawatir dan takut apakah pemberian suap Hiendra terkait dengan perkara yang ditangani.

Di PN Jakarta Utara, perkara Hiendra ditangani majelis hakim pimpinan Ramses Pasaribu SH MH. Sedangkan di Jakarta Pusat dan di PN Jakarta Selatan belum diketahui siapa saja yang menyidangkan perkara pengusaha yang sempat bekerjasama dengan TNI AL itu.

Editor : Gungde Ariwangsa SH