logo

Irfan Syauqi Beik: DKI Jakarta Bisa Jadi Role Model Pemberdayaan Pengusaha Mustahik

Irfan Syauqi Beik: DKI Jakarta Bisa Jadi Role Model Pemberdayaan Pengusaha Mustahik

Direktur Pemberdayaan BAZNAS Irfan S Beik (kiri belakang) dan Wali Kota Jakarta Timur M Anwar fose bersama dengan pelaku UMKM dari wilayah Matraman penerima bantuan modal dari BAZNAS, Minggu (26/1/2020).
26 Januari 2020 10:55 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Direktur Pemberdayaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Irfan Syauqi Beik mengatakan, DKI Jakarta bisa menjadi role model pemberdayaan pengusaha mustahik di Indonesia.

Sebab, DKI memiliki potensi yang besar penggalangan dan penyaluran zakat, infak dan sedekah untuk pemberdayaan para pelaku usaha mustahik.

Hal itu dikatakan Irfan Syauqi saat menyampaikan sambutan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Pemkot Jakarta Timur dan Milad ke19 BAZNAS di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jaktim, Minggu (26/1/2020).

"DKI memiliki potensi sangat besar sekitar Rp22 triliun per tahun. Dan, zakat, infak dan sedekah ini salah satunya dimanfaatkan untuk pemberdayaan, peningkatan permodalan, produksi dan pemasaran bagi pelaku usaha UMKM," kata Irfan.

BAZNAS bersama Pemkot menggelar Pasar Rakyat bagi mitra binaan BAZNAS di Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, DKI digelar bersamaan dengan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Kota Jakarta Timur.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memaksimalkan potensi usaha kecil yang dijalankan mitra binaan dari tiga program ekonomi BAZNAS yakni BAZNAS Microfinance, Zakat Community Development dan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik.

Dihadiri Kepala Lembaga BAZNAS Microfinance, Noor Aziz, Pasar Rakyat ini diikuti oleh 34 peserta dengan jenis usaha beragam diantaranya kuliner, aksesoris, jilbab, pakaian, sepatu, kebutuhan rumah tangga dan aneka produk lainnya.

Irfan mengatakan, bantuan ekonomi yang dikembangkan BAZNAS untuk membantu mustahik bukan hanya mewujudkan modal untuk berusaha, namun juga pembelajaran dan pendampingan produksi berbagai sektor ekonomi mustahik serta menguatkan pemasaran berbagai produk mustahik secara berkelanjutan.

"Ketiganya tidak diberikan dengan paradigma santunan tetapi melalui mekanisme yang lebih mendidik dan memberdayakan. Untuk itu BAZNAS mengembangkan sejumlah lembaga program karena luasnya bidang usaha dan lebarnya matra ekonomi ini," katanya.

Untuk kebutuhan modal, BAZNAS mengupayakan lahirnya BAZNAS Microfinance Desa (BMD) yang memberikan modal bergulir dari dana infak kepada mustahik dan bantuan sosial pendukung usaha dari dana zakat. BMD juga mendorong asuransi mikro syariah bagi para penerima manfaatnya.

Untuk kebutuhan modal dan produksi berbagai bidang usaha seperti industri kecil, jasa dan pertanian, dikembangkan oleh Lembaga Pengembangan Ekonomi Mustahik (LPEM). Khusus untuk usaha peternakan dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Peternak Mustahik (LPPM).

"Sedangkan untuk mendorong berbagai penguatan pasar, BAZNAS mengembangkan ZMart serta berbagai kegiatan pemasaran dan pemberdayaan pasar. Seperti upaya pemasaran produk UKM Rumah Batik & Tenun Indonesia, Pasar Ramadhan dan berbagai kegiatan Pasar Rakyat yang digelar hari ini," katanya.

Program pasar rakyat ini merupakan salah satu komitmen BAZNAS dalam menumbuhkan kapasitas dan mengembangkan kemampuan pelaku usaha mikro menjadi semakin berdaya dan mandiri.

"Momentum ini bisa digunakan sebagai sarana edukasi mitra dalam memanfaatkan situasi keramaian untuk meningkatkan omset dan peluang usaha. Insyaallah untuk pemasaran produk mustahik dan produk ummat lainnya yg lebih luas, BAZNAS akan mengembangkan PasarHalal.com atau kerjasama aplikasi penjualan online lainnya,” katanya.

Semua kegiatan penguatan Modal, Produksi dan Pasar ini seluruhnya diukur pada kebermanfaatan dana zakat, infak dan sedekah yang dikeluarkan untuk mustahik penerima manfaat serta dampak yang ada setelah programnya.

Bukan hanya memanjakan pengunjung yang ingin berbelanja, dalam kegiatan ini BAZNAS juga membuka layanan kesehatan dari Rumah Sehat BAZNAS serta memberikan layanan pembayaran zakat. Wali Kota Jakarta Timur Mohamad Anwar menambahkan HBKB setiap sebulan sekali di Jalan Pemuda ini efektif untuk menekan polusi udara.

"Terkait pengumpulan dan perberdayaan zakat, infak dan sedekah (ZIS), Pemkot Jakarta Timur siap membantu BAZNAS agar bisa maksimal," kata Anwar.

Editor : Gungde Ariwangsa SH