logo

Apindo Soroti Rumitnya Regulasi di Industri Rokok

Apindo Soroti Rumitnya Regulasi di Industri Rokok

25 Januari 2020 19:56 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Danang Girindrawardana, menyorot rumitnya kebijakan yang diatur oleh pemerintah terhadap sektor industri perkebunan. Tak hanya sawit dan kakao, regulasi di industri tembakau juga rumit dan berbelit.

Dia menyebut, setiap produk perkebunan yang menghasilkan nilai ekonomi terhadap produk domestik bruto (PDB) maka semakin banyak regulasi di dalamnya. Sementara sebaliknya, jika tidak berkontribusi terhadap PDB, justru sedikit aturan diberlakukan.

"Sepertinya proaes pengkerdilan terhadap produk perkebunan masih terus terjadi. Beberapa proses penyusunan kebijakan di sektor IHT masih sangat rumit," kata dia dalam sebuah diskusi di Jakarta.

Dia mencontohkan, seperti terjadi di sawit, dari hulu dan hilir ada sekitar 60 regulasi yang mengatur di dalamnya. Pun tak ketinggalan dengan industri rokok atau tembakau yang juga secara aturan tidak terhitung lagi berapa jumlahnya.

"Salah satu contoh sejak 2009, muncul pembatasan iklan, tidak boleh lagi beriklan rokok dan ini menjadi kecenderungan seluruh instansi pemerintah melarang sponsorship dengan mengajak iklan rokok," jelas dia.

Danang mengingatkan bila ini terus menerus dilakukan maka akan menghantam pelaku industri dan para petani tembakau di Indonesia.

"Bagaimana pemerintah melihat banyaknya regulasi yang menghantam industri ini, bagaimana proses regulasi ini menguntungkan semua pihak tidak hanya industri rokok namun juga teman-teman petani," tandas dia. ***