logo

Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan Cegah Kemungkinan Penyebaran Corona Di Indonesia

Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan Cegah Kemungkinan Penyebaran Corona Di Indonesia

Foto: Antara
23 Januari 2020 06:37 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan telah meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah dan menangani kemungkinan penyebaran Virus Corona atau Novel Coronavirus (nCov) ke wilayah Indonesia.

"Pertama, Kemenkes sudah menyiapkan semua daerah secara berjenjang dari provinsi, kabupaten/kota, rumah sakit, laboratorium, termasuk kantor kesehatan pelabuhan (KKP) yang ada di pintu masuk negara, baik itu dari bandara, pelabuhan maupun pos lintas darat negara," kata Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes Dr R. Vensya Sitohang dalam Jumpa Pers Update nCov di Kemenkes, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Ia mengatakan Direktorat Jenderal Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Ditjen Fasyankes) Kemenkes telah mengingatkan 100 rumah sakit yang sudah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk penyakit infeksi emerging agar membuat kesiapan penanganan.

Kemudian, Kemenkes juga menyiapkan 860 set alat pelindung diri, 12.322 masker N95 dan 35 ribu health alert card sebagai bagian dari upaya pencegahan terhadap kemungkinan penyebaran virus.

Selain itu, Kemenkes juga, katanya, mendukung kesiapsiagaan yang dilakukan petugas di pintu masuk negara dan melindungi para petugas dari kemungkinan penularan virus tersebut.

"Mereka juga harus dilindungi dengan berbagai alat, jangan sampai mereka menjaga negara, tetapi terkontaminasi," katanya.

Kemenkes sudah melakukan pemeriksaan di pintu masuk yang ada penerbangan langsung dari Tiongkok, baik melalui pergerakan darat, laut dan udara.

"Ini logistik sudah siap," katanya.

Kemenkes, katanya lebih lanjut, telah menyiapkan juga 195 alat pendeteksi di 135 pintu masuk negara, selain juga menyiapkan laboratorium untuk penelitian.

"Laboratorium pusat di litbang juga sebagai laboratorium rujukan itu juga sudah siap," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Soekarno Hatta Dr. Anas Maruf mengatakan bahwa sejauh ini belum ada penemuan kasus penyebaran virus nCov tersebut di Indonesia.

Namun demikian, KKP tetap mewaspadai kemungkinan penyebarannya ke Indonesia mengingat belum adanya pembatasan terhadap penerbangan langsung dari Kota Wuhan, Tiongkok, ke Bali.

"Kita sudah meningkatkan kewaspadaan karena kita tahu beberapa kasus sudah ditemukan tidak hanya di Wuhan tetapi juga di Beijing, Guangzhou, Shanghai, dan sebagainya. Artinya penerbangan dari Tiongkok ke seluruh Indonesia perlu kita waspadai," katanya.

Bentuk kesiapsiagaan yang dilakukan KKP, katanya, antara lain adalah melakukan screening suhu dan pengamatan sindrom.

"Mengamati kalau ada orang yang sakit. Mungkin tidak demam tapi dia batuk, sesak napas. Nah, itu kita periksa," katanya dikutip Antara.

          Dokter China Terinfeksi

Sementara itu seorang dokter China yang menyelidiki wabah virus baru mematikan di pusat kota China mengaku dirinya terinfeksi.

Wang Guangfa, Kepala Departemen Pengobatan Paru di Peking University First Hospital di Beijing, menjadi bagian dari tim ahli yang awal bulan ini mengunjungi Wuhan, tempat asal virus korona.

Stasiun TV pemerintah melaporkan pada Rabu pagi bahwa Wang sedang dalam perawatan isolasi sejak Selasa lantaran diduga terinfeksi virus korona baru.

"Saya terdiagnosa dan kondisi saya baik-baik saja," kata Wang kepada Cable TV Hong Kong pada Selasa (21/1/2020) menyampaikan terima kasih atas perhatian masyarakat terhadap dirinya.

Jumlah korban meninggal akibat jenis virus korona yang mirip dengan flu, yang dikonfirmasi oleh pejabat dapat ditularkan ke sesama manusia, bertambah menjadi enam orang hingga Selasa. Jumlah kasus virus korona yang dilaporkan naik menjadi lebih dari 300 kasus. Sementara 15 petugas medis juga ikut terinfeksi.

Wang, yang melakukan penelitian tentang infeksi saluran pernapasan berat (SARS) pada 2003, mengatakan sedang menjalani perawatan medis dan akan segera mendapat suntikan. Ia tak menceritakan bagaimana dirinya dapat terinfeksi virus tersebut.

"Saya tak mau semua orang terlalu memperhatikan kondisi saya," katanya kepada kanal berita tersebut dikutip Antara dari Reuters.

Pada 10 Januari Wang mengatakan kepada media pemerintah bahwa wabah virus korona tampaknya terkendali, dengan sebagian besar pasien menunjukkan gejala ringan dan beberapa di antaranya sudah diperbolehkan pulang.

Wang tak dapat dihubungi oleh Reuters pada Selasa. ***