logo

KPPU Gelar Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Pelanggaran Usaha Grab

  KPPU Gelar Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Pelanggaran Usaha Grab

Suasana persidangan di KPPU Surabaya
23 Januari 2020 00:41 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggelar sidang pemeriksaan lanjutan, terkait dugaan pelanggaran usaha yang dilakukan oleh perusahaan aplikasi Grab (PT Solusi Transportasi Indonesia) dan PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI). Pemberian perlakuan khusus, hasil kerjasama dua perusahaan itu diduga telah merugikan para mitra (pengemudi) Grab yang individu.

Menurut Koordinator Investigator KPPU, Dewi Sita, pemeriksaan kasus pelanggaran itu sengaja dilakukan di Kota Surabaya karena kota ini merupakan salah satu wilayah operasional perusahaan TPI tersebut. "Kalau Grab khan memang ada di hampir seluruh wilayah Indonesia. Tapi TPI hanya ada di Surabaya, Medan, Jabodetabek dan Makassar. Kami akhirnya memutuskan untuk digelar di Surabaya," ujarnya di Kantor KPPU Surabaya, Rabu (22/1/2020).

Seperti diberitakan, dugaan perlakuan tidak adil itu dilaporkan oleh seorang mitra pengemudi ke KPPU yang bertugas melakukan pengawasan terhadap kemitraan antara pelaku usaha kecil, termasuk perseorangan, dengan pelaku usaha besar.  Pelapor menyebutkan Grab Indonesia telah melakukan perubahan skema bonus bagi pengemudi tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.

Pelapor juga mempersoalkan praktik pemberian order prioritas untuk driver yang mencicil kendaraan dari perusahaan yang bekerjasama dengan Grab tersebut. Ulah itu disebut tidak adil, karena telah merugikan mitra pengemudi lainnya.

Menurut Dewi Sita, muncul dugaan pelanggaran karena adanya integrasi vertikal antara Grab dengan TPI itu, menyebabkan adanya perlakuan khusus pada mitra tertentu. Perjanjian yang dibuat kedua belah pihak itu diduga telah mendiskriminasi pelaku usaha lain, terutama mitra Grab Individu.

Dia menjelaskan, bahwa TPI merupakan perusahaan penyedia mobil yang dibutuhkan para mitra yang terdaftar. Mitra yang mengambil mobil yang jenisnya bermacam-macam mulai dari Avanza, Xenia hingga Sigra itu, dikenakan kewajiban membayar rental fee.

Mereka nantinya akan mendapat order prioritas yang tidak dimiliki mitra individu. Mereka yang mampu mencapai target pendapatan Rp2 juta, kata Dewi, potongan komisi untuk Grab yang sebesar 20 persen, dikembalikan lagi ke driver.

Tindakan itu diduga merupakan diskriminatif, karena mitra driver yang individu, tidak mendapatkan perlakuaan yang sama. "Ada juga brosur yang menawarkan order prioritas bagi para driver yang mau bergabung ke TPI," ujarnya.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH