logo

Kuasa Hukum Korban Dugaan Penipuan TKK Di Bekasi Minta Pemanggilan AJ Dipercepat

Kuasa Hukum Korban Dugaan Penipuan TKK Di Bekasi Minta Pemanggilan AJ Dipercepat

Kuasa Hukum korban, Anton R Widodo mendampingi pelapor Eko Budi Yanto memperlihatkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) dugaan penipuan TKK di Dishub Kota Bekasi, di Mapolres Bekasi Kota, Selasa (21/1/2020) malam. (Foto: Dharma/suarakarya.id).
22 Januari 2020 05:19 WIB
Penulis : Dharma

SuaraKarya.id - BEKASI: Tiga orang saksi korban dugaan penipuan masuk pegawai TKK menjalani pemeriksaan selama 1,5 jam diruang Kemnag Sat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Selasa (21/1/2020) malam.

Ketiga saksi itu diantaranya Eko Budi Yanto (Pelapor), Agung Andri Raharjo (Korban) dan Hindra Wijaya (Korban).

Ketiganya ditangani oleh Penyidik Pembantu Unit Kamneg Sat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Brigadir Rendra Dipoprawono, SH.

Kuasa Hukum korban dari ARW dan Rekan, Anton R Widodo mengatakan, kliennya disodorkan dengan 18 pertanyaan.

Dalam pemeriksaan penyidik, masing-masing saksi terkait menjelaskan proses terjadinya permasalahan dari awal sampai akhir. Namun pada prinsipnya, para saksi telah mengatakan bahwa peristiwa itu sudah terjadi perbuatan 378 (penipuan).

"Berdasarkan pasal 378 itu, unsur-unsurnya menurut analisa sudah terpenuhi," tuturnya.

Anton meminta proses berita acara pemeriksaan (BAP) ini dapat ditindaklanjuti untuk memanggil terlapor yakni Ahmat Junaini. Tujuannya agar permasalahan ini segera cepat selesai.

"Kalau memang dari hasil penyidikan yang nantinya setelah terlapor ini dipanggil, pasti akan jadi gelar perkara," katanya.

"Harapan kami, pelapor jadi tersangka. Supaya apa, peristiwa ini tidak terjadi lagi di Kota Bekasi," ujarnya.

Anton menuturkan, dalam BAP ketiga saksi ini menyebut banyak janji-janji yang dilakukan AJ jika terpilih menjadi ketua Organda Kota Bekasi bisa diusahakan untuk menjadi TKK di Dishub. 

Bahkan, di dalam BAP juga menyebut nama kepala Dishub Kota Bekasi, dewan hingga Wali Kota Bekasi.

"Makanya dari korban percaya. Itu juga percaya ada iming-iming bahwa ini bisa ditindaklanjuti karena ada unsur kedekatan," ungkapnya.

Sementara itu, Eko Budi Yanto selaku pelapor meminta kasus ini agar segera selesai.

Ia mengaku, dengan persoalan ini dirinya merasa telah dirugikan AJ.

"Semuanya sudah dirugikan baik uang maupun waktu," ujarnya.

 Ia juga berharap agar tuntutannya dapat diproses hukum. 

Sebelumnya, dalam laporan bernomor: LP/III/K/I/2020/Restro Bekasi Kota, tertanggal Kamis 16 Januari 2020, Eko Budi Yanto didampingi kuasa hukum melaporkan adanya penipuan yang dilakukan oleh Ahmat Junaini. 

Eko menjadi korban dari tindak pidana penipuan dengan modus menjanjikan bisa mengurus menjadi pegawai TKK di Dishub Kota Bekasi, atas nama Agung Andri Raharjo. Eko telah menyerahkan uang sebesar Rp20 juta kepada Ahmat Junaini. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH