logo

Ketua DPC PDIP Solo Tegaskan Dirinya Tidak Main Belakang Terkait Rekomendasi Pilkada Solo

Ketua DPC PDIP Solo Tegaskan Dirinya Tidak Main Belakang Terkait Rekomendasi Pilkada Solo

Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo
21 Januari 2020 23:59 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menegaskan dirinya dan bakal calon pasangan wali kota dan wakil wali kota yang akan diusung dalam Pilkada Kota Solo, Achmad Purnomo-Teguh Prakosa, tidak pernah minta rekomendasi dari pintu belakang. Hal itu dikatakan Rudy menanggapi pernyataan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait adanya calon kepala daerah yang minta rekomendasi lewat jalur belakang.

Pernyataan tersebut dinilai banyak pihak terkait situasi menjelang Pilkada Kota Solo.

"Aku ra tau lewat pintu mburi (aku tidak pernah lewat pintu belakang). Aku lewat pintu depan terus kalau ke tempat ibu (Megawati). Ya kalau ibu sampaikan statemen seperti itu tanya ke ketua umum," jelas Rudy kepada wartawan di Kota Solo, Selasa (21/1/2020).

Rudy yang juga Wali Kota Solo itu juga mengatakan saat dirinya dipanggil ketua umum juga tidak pernah menyinggung soal rekomendasi. Dirinya juga menegaskan selama ini pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa juga tidak pernah ada pertamuan dengan ketua umum untuk membicarakan rekomendasi.

"Tugas saya sudah selesai menjalankan PP 24 tahun 2017. Tinggal ketua umum dan DPP yang memutuskan," katanya.

Menurut Rudy, Ketua Umum Megawati adalah orang yang bijak. Dirinya juga mengaku merasa sedih jika ketua umum dibohongi dan didahului. Seperti kasus dugaan suap terkait Pergantian Antar Waktu (PAW) yang melibatkan kader PDIP, Harun Masiku.

"Dengan adanya kasus kemarin tidak mungkin ketua umum ngecek si A atau si B urutan berapa. Jangan dibohongi, yang namanya sekjen itu kan kepercayaan ketua umum dan ketua umum tidak pernah mengurusi perolehan suara," jelasnya.

Dirinya juga mengaku sangat kecewa dan tersakiti saat ketua umum dibohongi. Menurut Rudy, kader PDIP yang benar-benar memiliki ideologi Pancasila 1 Juni tidak akan berbuat seperti itu.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH