logo

Grace P Batubara: Santri Calon Pemimpin Masa Depan Yang Tegar

Grace P Batubara: Santri Calon Pemimpin Masa Depan Yang Tegar

Penasehat Dharma Wanita Kemensos Grace P Batubara (kedua dari kanan) didampingi Dirjen Linjamsos Harry Hikmat (paling kiri) beri bantuan untuk korban banjir di Lebak, Banten.(foto,ist)
21 Januari 2020 21:59 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - LEBAK: Santri adalah calon pemimpin masa depan, karenanya harus tegar, harus tetap terus semangat. Pernyataan tersebut disampaikan Penasehat Dharma Wanita Kementerian Sosial (Kemensos), sekaligus istri Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara, Grace P. Batubara, saat mengawali rangkaian kegiatan bakti sosial di kawasan terdampak banjir, di Pondok pesantren (Ponpes) La Tansa, Citeras, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa (21/1/2020).

Di hadapan pimpinan Ponpes La Tansa dan para santri, dia mengaku kagum dengan ketegaran itu. Grace juga berdoa agar mereka selalu tegar dan situasi pascabencana segera pulih.

"Kalian ini calon pemimpin masa depan. Saya melihat potensi itu. Ya meskipun kalian pernah mengalami bencana banjir, namun kalian tetap bersemangat. Saya minta kalian terus semangat belajar. Jangan sampai bencana banjir membuat kalian kehilangan semangat. Semoga kondisi segera pulih seperti semula,” papar Grace.

Bersama jajaran Dharma Wanita Kemensos, Grace P. Batubara menggelar bakti sosial ke empat titik di Lebak. Yakni di Ponpes La Tansa, dia bersama pengurus Dharma Wanita Kemensos lainnya menyerahkan bantuan seragam sekolah untuk siswa SMA sebanyak 300 set, seragam SMP sebanyak 500 set. Grace jiga menyaksikan kegiatan edukasi bencana oleh Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP).

Titik kunjungan kedua adalah SDN II Darurat Bencana Banjaririgasi. Di sini, Penasehat Dharma Wanita Kemensos menyerahkan bantuan seragam sekolah untuk SDN I Banjaririgasi sebanyak 150 set, seragam sekolah, untuk SMP IV Lebak Gedong sebanyak 300 set, serta makanan anak untuk masing masing sekolah. Sekolah Darurat SDN 2 Banjaririgasi, untuk Kelas V dan VI menempati Gedung Madrasah Diniyah Al-Hidayah. Kelas II di Kampung Buluhen Banjaririgasi Lebak Gedong.

Para siswa menempati Kelas Darurat setelah sekolah mereka rusak diterjang banjir dan longsor. “Ibu turut perihatin dengan bencana yang kalian hadapi. Semoga situasi segera pulih, dan kalian bisa kembali sekolah dengan normal. Dengan bantuan yang kami sampaikan, semoga membantu meringankan beban anak-anak,” tutur Grace.

Titik kunjungan ketiga merupakan Ponpes Darul Mustofa. Penasehat Dharma Wanita Kemensos menyerahkan santunan ahli waris untuk 5 jiwa korban meninggal dunia masing-masing Rp15.000.000. Diserahkan juga seragam sekolah SMP sebanyak 100 set, serta seragam sekolah SMA sebanyak 100 set.

Santunan korban meninggal juga disampaikan Grace P Batubara saat berkunjung ke titik terakhir yakni Posko Pengungsian Komando Pendidikan dan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Ciuyah. Santunan diserahkan kepada 6 ahli waris masing-masing senilai Rp15.000.000.

Selain santunan, diserahkan pula seragam sekolah sebanyak 500 paket, penyaluran PKH Tahap 1, perlengkapan sholat total 300 paket (terdiri dari 100 mukena, 100 sarung dan 100 sajadah—bantuan dari Kementerian Agama). Disalurkan pula makanan anak anak 222 paket. Di sini pula Kemensos memberikan layanan LDP.

Di bagian lain, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Harry Hikmat menyatakan, total bantuan yang disalurkan Kemensos melalui bakti sosial Dharma Wanita Kemensos adalah Rp740.113.224.

Adapun rekapitulasi Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) tahap I Tahun 2020 untuk Provinsi Banten adalah Rp204.306.675.000 (untuk 274.530 keluarga). Kemudian rekapitulasi Bansos PKH untuk Kabupaten Lebak tahap I Tahun 2020 adalah Rp33.139.575.000 (untuk 44.657 keluarga).

Editor : Gungde Ariwangsa SH