logo

PPATK Bantu Kejaksaan Agung Telusur Aliran Dana Jiwasraya

PPATK Bantu Kejaksaan Agung Telusur Aliran Dana Jiwasraya

PPATK
21 Januari 2020 18:08 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) siap membantu penyidik Kejaksaan Agung menyelidiki aliran dana dari kasus dugaan korupsi Jiwasraya.

"PPATK mendukung Kejaksaan Agung,  khususnya pada follow the money dari aliran dana transaksinya," kata Ketua PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

PPATK juga akan menelusuri kemungkinan aliran dana ke beberapa korporasi dan instansi pelat merah. Apakah hasil penelusuran bakal menetapkan tersangka baru, menurutnya, hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan Kejaksaan Agung. "Kita melihat dari keseluruhan, baik korporasi maupun individu kelima orang yang sudah ditetapkan sebagai," kata Kiagus. Namun seperti apa hasil penelusuran PPATK, Kiagus menyebutkan pihak Kejagung akan membeberkannya. "Kami sedang berproses. Kami sampaikan kepada penegak hukum hasilnya," tutur Kiagus.

Namun begitu Ketua PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin belum mau membeberkan detil aliran dana dugaan penyelewengan uang asuransi Jiwasraya. Begitu juga soal dugaan mengalir ke rekening partai politik. Dia menjelaskan, hal tersebut perlu bukti yang kuat dan publik agar menunggu. "Memerlukan pembuktian yang dalam kalau soal itu," kata Kiagus. Dia menjelaskan, saat ini pihaknya sedang membantu pihak Kejaksaan untuk menelusuri aliran dana. Untuk melihat berapa kerugian negara.

Masih berkaitan kasus Jiwasraya, Komisi XI DPR  membentuk panitia kerja (panja) untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja industri jasa keuangan di Tanah Air dengan prioritas pembahasan atas permasalahan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), AJB Bumiputera 1912, PT Asabri (Persero), PT Taspen (Persero), dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Komisi XI merasa prihatin dengan kondisi industri jasa keuangan saat ini. Menurutnya, permasalahan yang terjadi dengan industri jasa keuangan saat ini sudah mengkhawatirkan. "Komisi XI DPR RI dalam Rapat Internal pada tanggal 20 Januari 2020 telah menyepakati untuk membentuk Panitia Kerja Pengawasan Kinerja," kata Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto di  Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Kejaksaan Agung sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus Jiwasraya. Mereka adalah Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat, Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Harry Prastyo. Selanjutnya mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim dan eks Kepala Divisi Investasi dan Keuangan pada PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan.

 

 

 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto