logo

"Gerakan Semarang Wegah Nyampah" Pikat Dunia. Dianugerahi Kota Wisata Terbersih se-Asia Tenggara

Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin di Situation Room, pemantau dan pengendali situasi terkini Kota Semarang
19 Januari 2020 22:59 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - BANDAR SERI BEGAWAN: Penghargaan dunia kembali diraih Kota Semarang. Kali ini dalam Asean Tourism Forum, Kota Semarang dianugerahi sebagai Asean Clean Tourist City Standard 2020-2022 yang digelar di Brunei Darussalam, Kamis (16/1/2020).

Penghargaan Kota Semarang sebagai Kota Wisata Terbersih se-Asia Tenggara ini diraih karena komitmen dan konsistensi Pemerintahan Kota Semarang dibawah komando Wali Kota Hendrar Prihadi dan jajarannya serta peran aktif dan peran nyata warganya dalam mensukseskan "Gerakan Semarang Wegah Nyampah" yakni larangan penggunaan sedotan plastik dan kantong plastik yang digagas Wali Kota Hendi, panggilan akrabnya.

Penghargaan kelas dunia ini diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin mewakili Wali Kota Hendrar Prihadi.

Iswar Aminuddin mengatakan penghargaan ini menjadi motivasi kuat seluruh stake holder untuk terus menjaga, mengawal, dan menjadikan Kota Semarang sebagai kota yang bersih, aman dan nyaman bagi warganya dan para tamunya.

"Award ini justru menjadi beban dan tanggung jawab untuk bisa mempertahankan kepercayaan dunia kepada Kota Semarang. Ini menjadi pemicu kita untuk terus berbuat dan bertindak memberikan yang terbaik untuk Kota Semarang sebagai Smart City," ujar Iswar.

Mantan Kepala Dinas PU Kota Semarang ini menyebut capaian prestasi ini juga tidak terlepas dari bagaimana pengelolaan lingkungan, khususnya menjaga emisi gas buang dari kendaraan, masih dalam batas normal serta konsistensi menjaga keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang mencapai lebih dari 30 persen dari total wilayah.

"Bisa jadi ini menjadi salah satu kunci sukses Kota Semarang meraih award ini," ungkap pria kelahiran Makassar ini namun sudah sangat mencintai Semarang selama hidupnya.

Penghargaan Kota Wisata Terbersih se-Asia Tenggara yang diraih Kota Semarang ini sekaligus mengkaramkan harapan kota tujuan wisata lainnya seperti Denpasar, Jogja, dan Bandung.

"Selama dua tahun ke depan hingga 2022, penghargaan ini akan menjadi milik Kota Semarang. Sekaligus juga tantangan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas bersih di kota ini," ucap Iswar.

Pada kesempatan yang sama Kadisbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengatakan sebagai satu-satunya kota yang meraih predikat Clean Tourist City, Semarang memang jauh lebih ramah dari polusi udara dan sampah. Kebersihan dan kenyamanannya juga selalu terjaga dengan baik.

Tak heran, di tahun 2019 lalu, sekurangnya 7,2 juta wisatawan berkunjung ke Kota Lunpia tersebut. Karenanya di tahun ini diharapkan jumlah kunjungan juga meningkat tidak hanya dari kuantitas namun juga kualitas.

"Kami akan lebih fokus pada peningkatan kualitas tidak hanya sekadar kuantitas kunjungan wisawatan untuk menggenjot bergulirnya roda perekonomian warga dari sektor wisata," jelas ndriyasari.

Iin, sapaan akrabnya, menyebut lama tinggal wisatawan di Semarang hanya berkisar 1-2 hari. Karenanya, dengan adanya peningkatan kualitas, lama tinggal, jumlah belanja dan pengeluaran wisatawan serta kualitas kunjungan mereka juga diharapkan ikut naik.

Sebanyak 72 agenda wisata telah disusun sepanjang 2020 ini. Dua di antaranya yakni Arak-arakan Sam Poo dan Festival Kota Lama, telah masuk dalam 100 agenda wisata paling menarik untuk dikunjungi di Indonesia.

Iin optimis, dengan diraihnya predikat sebagai Kota Wisata Terbersih se-Asia Tenggara, Semarang akan semakin magnet kuat sebagai tujuan wisata favorit di tanah air.

"Saya berkeyakinan award dunia untuk Kota Semarang inijuga tidak dianggap sebelah mata dalam ekosistem pariwisata Indonesia demi menyumbang devisa yang lebih banyak dari sektor ini,"tegas Iin***

Editor : Markon Piliang