logo

Tokoh Pemuda Sumbawa MInta Gubernur NTB Beri Perhatian Pada Petani

Tokoh Pemuda Sumbawa MInta Gubernur NTB Beri Perhatian Pada Petani

Tokoh Pemuda Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Hermansyah Idris. (Foto: dok,Suarakarya.id)
19 Januari 2020 07:59 WIB
Penulis : Muhajir

SuaraKarya.id - SUMBAWA: Tokoh Pemuda Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Hermansyah Idris mengaku tak akan berhenti untuk menyuarakan tuntutan petani di wilayahnya.

Hal tersebut diungkapkan Herman menyusul minimnya pembangunan infrastruktur pertanian, sepert talang air tahun 2019 lalu. Padahal, kata dia,  sebelumnya Pimpinan DPRD Sumbawa periode 2014-2019 telah  menganggarkan dan menyetujui rencana pembangunan talang air di Kecamatan Moyo Utara. Namun hingga saat ini pembangunan talang air tersebut tidak terealisasi.

Oleh karenanya, Herman meminta Gubernur NTB Zulkieflimansyah, memberi perhatian kepada petani yang ada di Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa. Menurut Herman , jika Gubernur peduli dengan petani di Kecamatan Moyo Utara Khususnya Desa Penyaring, Sebewe dan Desa Baru Tahan, seharusnya melakukan dialog dengan petani di Kecamatan Moyo Utara.

"Pak gubernur, coba bapak sekali-kali turun ke masyarakat petani di tempat kami. Kemudian menanyakan kebutuhan dan keluhannya yang dihadapi selama ini. Karena saat ini keluhan petani di Desa Penyaring adalah adanya perbaikan jaringan pembuang,"kata Herman, seperti dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Minggu (19/1/2020).

Menurut Herman,  masyarakat petani saat ini butuh pemimpin yang mampu mengurus tata kelola air yang mengalir dari bagian hulu ke bagian hilir Bendungan Batu Bulan (BBB) yaitu Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara.

"Saluran irigasi saat dipenuhi lumpur. Jika tidak percaya silakan bapak turun. Dan Desa Penyaring sejak dibangunnya Bendungan Batu Bulan (BBB) hampir tidak pernah merasakan air. Hal tersebung juga banyaknya pelompong - pelompong liar," jelas Herman.

Dikatakan Herman, pemerintah hampir setiap tahun menganggarkan dana program  pembersihan jaringan yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Namun, hasilnya  tidak pernah dirasakan oleh masyarakat petani, khususnya di Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara

"Saran saya jika angaran untuk pembersihan jarintan dialihkan saja atau cari anggaran lain untuk pembuatan pompa air untuk kelompok petani di Desa Penyaring, Sebewe dan Desa Baru Tahan," tandas Herman.

Oleh karena itu, dirinya mendesak kepada Gubernur NTB Zulkieflimansyah agar memberikan solusi untuk kemajuan petani di Kecamatan Moyo Utara.

"Pak Gubernur harus mencari solusi yang tepat untuk petani di Kecamatan Moyo Utara," tutup Herman.**

Editor : Dwi Putro Agus Asianto