logo

Irwan : SidoMuncul Bisa Kaya Karena Orang Percaya

Irwan : SidoMuncul Bisa Kaya Karena Orang Percaya

Direktur SidoMuncul, Irwan Hidayat berlatar lukisan foto dirinya saat belia dengan Oma, Ny Rakhmat Sulistio, pendiri Jamu SidoMuncul
18 Januari 2020 23:58 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Publik tentu sangat mengenal Irwan Hidayat dan SidoMuncul. Keduanya bisa diibaratkan dua sisi mata logam. Meski anggapan tersebut menurut Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi SidoMuncul Tbk ini, bisa jadi terlalu berlebihan. Karena Irwan berpandangan SidoMuncul ada, berdiri, berkembang dan maju, yang utama adalah karena kehendak Tuhan, karena cinta kasih dan kerja cerdas oma Ny Rahmat Sulistio dan mendiang kedua orang tuanya, Jahja Hidayat dan Desy Hidayat serta keberuntungan dan mukzizat dari Tuhan kepada dirinya dan keempat saudara kandungnya. Yakni Sofjan Hidayat, Sandra Hidayat, Johan Hidayat dan David Hidayat.

Irwan Hidayat mengakui berkat doa Mami, barangkali Tuhan kasih berkat lebih kepada SidoMuncul. Bahkan karena kehendak ini pula dirinya tidak pernah mau kerja di luar SidoMuncul. Dan justru dari itu pula yang membuat dirinya jadi kaya.

Irwan Hidayat mengaku, saat itu tidak punya pilihan lain sampai akhirnya harus bekerja di SidoMuncul.

"Seumur hidup saya kerja di Sido Muncul belum pernah saya kerja di tempat lain. Memang tidak maju-maju tapi saya tidak punya pilihan lain. Dari muda tidak ada yang menawari saya kerja. Akhirnya ini yang ada karena terpaksa,"cerita Irwan.

Bahkan dia sempat meremehkan dan gamang jika dirinya harus bekerja di SidoMuncul.

"Mau jadi apa kira-kira kalau hanya kerja jualan jamu," ungkap Irwan ketika itu kepada pers saat ngobrol santai dengan para jurnalis. Bos SidoMuncul ini memang sangat dekat dengan pekerja media sehingga kadang Irwan jadi media darling.

Pilihannya bekerja di SidoMuncul, ungkap Irwan karena pilihan yang 'kepepet'.

"Dari awal pekerjaan kok seperti ini, saya pengennya jadi Kontraktor tapi pilihannya nggak ada,. Ya sudah apa boleh buat,"tutur Irwan Hidayat di acara Indonesia Millennial Summit 2020 yang dihelat IDN Times di Gedung The Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020).

Selama di SidoMuncul Irwan memang sangat cocok bekerja di bidang marketing hingga dalam kurun waktu setengah abad. Saat dirinya sebagai Presiden Direktur SidoMuncul, sekali pun naluri dan insting marketingnya tetap saja jalan bahkan melebihi posisinya sebagai orang nomor wahid di korporasi berkode emiten: SIDO ini.

Tak ayal berkat tangan dinginnya, SidoMuncul yang berarti "Impian yang Terwujud" ini dari yang tidak dikenal - apalagi terkenal- justru kini sudah benar-benar masuk dalam benak konsumen masyarakat Indonesia. Menjadi produk yang dipercaya dan bertanggung jawab terhadap kualitasnya dan keamanan serta kehalalannya.

Pada 20 tahun pertama membangun SidoMuncul, kata Irwan, ia harus mengubah strategi. Ia terheran-heran lantaran produknya tak kunjung laku.

"Sebenarnya saya jual produk tiap hari, tapi kok nggak laku. Akhirnya saya sadar, yang harus saya lakukan adalah membangun kepercayaan. Saya terus berusaha buat orang percaya. Logikanya kalau percaya pasti beli produk saya. Sederhana saja," jelas penerima Penghargaan Ernst & Young Entrepreneur of The Year 2016, ketika itu.

Menurut Irwan, salah satu cara meraih kepercayaan adalah membangun perusahaan dengan pengalaman. Misalnya, menerapkan scientific base dalam memasarkan produk.

"Orang membeli produk karena pengalaman empiris. Tahun 90-an harus scientific base, produk dan keamanannya seperti apa. Pokoknya apa pun yang bisa membuat orang percaya pada SidoMuncul, saya lakukan,"katanya.

Tapi semuanya, ungkap suami Shinta Ekowati Sudarwo ini karena blessing in the skies.

Berkat kegigihannya membesarkan SidoMuncul, membuat Filantropi ini masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia. Lucunya, sebagai orang kaya, Irwan mengaku justru  tidak bisa membaca neraca keuangan perusahaan.

"Saya nggak pernah baca laporan apa-apa, nggak bisa baca neraca tapi bisa kaya. Saya nggak ngerti neraca tapi akhirnya kaya. Ya ini karena beruntung,"kelakar Irwan disambut tepuk tangan ratusan audien di Gedung Tribrata ersebut. 

Mukjizat Jadi Kaya

Irwan Hidayat menilai bahwa kekayaannya yang dimilikinya saat ini adalah sebuah mukjizat. Dia awalnya tidak yakin bisa menjadikan SidoMuncul sebagai perusahaan besar dan menjadi perusahaan publik.

"Saya kaya itu karena mukjizat. Waktu itu nggak yakin (bisa membesarkan SidoMuncul)," ucap arsitek iklan-iklan SidoMuncul bernuansa patrotisme, nasionalisme dan kecintaan seni, budaya, olah raga dan pariwisata Indonesia ini. 

Lebih lanjut, Irwan bilang, bisa menjadi orang kaya bukan karena kerja keras. Dia mengaku tipikal  orang yang suka bangun siang hingga lebih suka main.

"Orang bilang saya sukses karena kerja keras, enggak juga. Saya kerja keras karena kaya, tidak selalu begitu. Saya dari kecil sampai adik-adik saya hidupnya enak-enak terus. Bukan pekerja keras, bangunnya juga siang. Saya kan dulu pernah kerja SidoMuncul awalnya di Cawang. Nggak kerja malah pergi makan di (pasar) Senen,"ucap Irwan disambut tertawa narasumber acara yang dihelat portal berita tersebut ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto