logo

Jaksa Agung Sebut Kemungkinan Tambah Tersangka Jiwasraya

Jaksa Agung Sebut Kemungkinan Tambah Tersangka Jiwasraya

Jaksa Agung ST Burhanuddin
17 Januari 2020 21:38 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - Bu lowonganJAKARTA: Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebutkan terbuka kemungkinan bertambahnya jumlah tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Saat ini Kejaksaan Agung sudah menetapkan 5 tersangka dalam kasus tersebut.

"Perkembangannya ada 13 orang kita lakukan pencekalan. Jadi dimungkinkan bakal jadi tersangka," katanya di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Dia mengungkapkan, pemeriksaan kasus yang diduga merugikan negara hingga triliunan rupiah  itu masih terus berlangsung. Tim penyidik Kejaksaan Agung masih melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap sejumlah aset yang diduga berkaitan dalam kasus tersebut. "Pemeriksaan saksi masih terus berlangsung, kemudian kita lakukan penggeledahan-penggeledahan dan penyitaan untuk penyelamatan aset," jelasnya.

Kendati demikian, Burhanuddin mengaku, belum dapat mentotal nilai dari seluruh aset yang berhasil disita dari sejumlah tersangka. "Belum dihitung asetnya," ujarnya. Namun, dia memastikan, pengungkapan kasus dugaan tindak pidana korupsi  itu benar dan sesuai aturan. "Kami ingin penegakan hukum yang betul-betul sesuai aturan dan ketentuan dan tidak gaduh. 13 itu baru dicekal, jadi bisa saja. Sementara hampir asetnya di Banten, tapi tidak hanya Banten ada di kota ada di Jakarta," tuturnya.

Dalam pengusutan kasus Jiwasraya, tim penyidik Kejaksaan Agung menggeledah apartemen yang diduga milik tersangka Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro (BT), salah seorang tersangka kasus dugaan korupsi Jiwasraya, di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (17/1/2020). "Penggeledahan di beberapa titik/ruang apartemen milik atau juga dihuni tersangka BT," kata Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono, di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Kapuspenkum menyebut tim penyidik dan tim pelacak aset dari Kejaksaan Agung terus bergerak untuk menemukan bukti aset atau barang bukti lainnya terkait kasus korupsi Jiwasraya yang merugikan negara triliunan rupiah. "Tim penyidik dan tim pelacak aset juga bergerak untuk menemukan bukti bukti ataupun barang bukti ataupun aset yang nanti diharapkan dapat digunakan untuk mengembalikan keuangan negara," tuturnya.

Tim penyidik juga melakukan penggeledahan dan penyitaan di PT Trada Alam Minera Tbk dan PT Maksima Integria terkait kasus dugaan korupsi di PT Jiwasraya, Kamis (16/1/2020). "Penggeledahan dan penyitaan di Kantor PT Trada Alam Minera Tbk di lantai 7 dan PT Maksima Integria di lantai 27, Central Senayan 2, Jalan Asia Afrika, Gelora Bung Karno, Jakarta," ungkap Hari.

Tidak itu saja,  tim penyidik juga melakukan penggeledahan di rumah tersangka mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan. Dari situ, tim menyita dua mobil dan mengamankan sertifikat tanah serta beberapa surat berharga berupa polis asuransi dan deposito yang akan dijadikan barang bukti. "Penyitaan atas persetujuan ketua pengadilan negeri setempat," jelasnya.

Tim penyidik juga memeriksa tiga pejabat PT Hanson International terkait kasus dugaan korupsi perusahaan asuransi tersebut. Mereka masing-masing Direktur Independen PT Hanson International Adnan Tabrani, Sekretaris PT Hanson International, Jumiah dan Sekretaris Komisaris PT Hanson International Benny Tjokropsaputro, Jani Irenawati. "Ya kami melakukan pemeriksaan intensif," kata Hari Setiyono.

Tidak itu saja, tim penyidik yang berupaya bergerak cepat juga menyita dua unit mobil milik mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan pada PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan kediamannya di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Hari Setiyono menjelaskan, dua mobil yang sita adalah Innova Reborn dan CRV. Selain itu, ada sejumlah dokumen yang diamankan. "Sertifikat tanah, dan beberapa surat berharga berupa polis asuransi serta deposito yang nantinya akan dijadikan barang bukti," kata Hari. Sebelumnya telah melakukan sejumlah penyitaan aset kepada tersangka kasus Jiwasraya, mulai dari sejumlah mobil bermerek hingga motor Harley Davidson. Bahkan kata Hari Setiyono pihaknya telah memblokir rekening kustodian milik para tersangka kasus dugaan  korupsi perusahaan asuransi PT Jiwasraya.

Pemblokiran ini dilakukan menyangkut dengan pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Jiwasraya oleh beberapa perusahaan dalam rentang tahun 2008 hingga 2018. “Tim telah melakukan pemblokiran rekening efek dan rekening kustodian efek dan rekening kustodian para tersangka," katanya.

Selain pemblokir rekening, tim penyidik dan tim pelacakan aset pada subdit pelacakan aset dan barang bukti direktorat penyidikan jaksa tindak pidana khusus juga telah melakukan pemblokiran aset tanah milik tersangka. Namun demi kepentingan penyidikan total nilai aset terkait belum bisa dibeber secara rinci.

Editor : Gungde Ariwangsa SH