logo

1.738 Mahasiswa UNS Ikuti KKN Di 173 Desa

1.738 Mahasiswa UNS Ikuti KKN Di 173 Desa

Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho melepas 1.738 mahasiwa KKN UNS
14 Januari 2020 22:00 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Sebanyak 1.738 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 173 desa, 55 kecamatan, 32 kabupaten, 8 provinsi serta 1 di luar negeri. Ribuan mahasiswa bersama 77 dosen pembimbing lapangan tersebut dilepas Rektor UNS Solo, Prof. Jamal Wiwoho di Halaman Gedung dr. Prakoso UNS, Selasa (14/1/2020).

Dalam sambutannya, Jamal mengingatkan kepada mahasiswa dan dosen pembimbing untuk belajar dengan melihat langsung kearifan yang dimiliki oleh setiap daerah.

"Dari situ, kita melanjutkan memberi bimbingan dan inovasi berbasis pada kearifan daerah kepada masyarakat," kata Jamal.

Rektor UNS mencontohkan pengalaman dari Butet Manurung yang membuat Sekolah Rimba bagi anak-anak suku pedalaman hutan. Suatu saat ada anak didik yang meninggal karena digigit ular.

Anak tersebut tidak mendapat pengobatan karena pawang dan dukun yang ahli mengobati orang yang terkena gigitan ular sudah tua dan meninggal dunia. Tidak ada lagi pawang dan dukun yang ilmunya dulu diajarkan secara turun-temurun melalui cara mereka.

"Mengapa ini bisa terjadi ? Karena sekolah yang ada dipinggir hutan tidak mengajarkan bagaimana bersahabat dengan ular atau bagaimana menyelamatkan diri kalau terkena racun dari gigitan ular. Guru-gurunya datang dari luar dan tidak tahu tentang kearifan lokal yang dimiliki oleh desa tersebut," jelasnya.

Selain itu, Jamal juga berpesan khusus kepada para mahasiswa untuk membantu masyarakat di lokasi KKN dengan segenap ketulusan hati. Harus bisa membuktikan bahwa para mahasiswa tersebut adalah generasi milenial yang berpikir dan bertindak dengan cara-cara yang cerdas dan strategis tapi tetap berbekal dengan budi dan nurani.

Dalam acara pelepasan mahasiswa KKN tersebut juga dihadiri Komandan Korem 074/Warastratama Surakarta, Brigadir Jenderal TNI Rafael Granada Baay. Dalam kesempatan itu, Brigjen Rafael mengatakan mahasiswa yang akan mengikuti program KKN ini adalah salah satu Sumber Daya Manusia (SDM) yang sudah memiliki penguasaan ilmu pengetahuan. Serta teknologi dan memiliki wawasan kebangsaan Indonesia yang kuat dan kokoh tak tergoyahkan.

“Salah satu bentuk usaha tersebut adalah dengan dilaksanakan KKN bagi para mahasiswa. KKN merupakan program yang ditetapkan untuk mengoptimalkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknolongi yang dimiliki oleh mahasiswa," katanya.

Sementara itu, Ketua LPPM UNS, Prof. Dr. Okid Parama Astirin mengatakan ada 18 tema yang diangkat dalam periode KKN tahun ini. Diantaranya adalah Optimalisasi Potensi Desa dan Pengembangan Bumdes, Pemanfaatan dan Pengelolaan Hasil Hutan, Pemberdayaan Ekonomi Kreatif dan UMKM Desa, Pemberdayaan Ekonomi Lokal Desa, Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Kreatif, Pengembangan Sistem Informasi Desa (SID), serta Pengentasan Kemiskinan dan Layak Anak. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH