logo

Presiden Jokowi Beri Kado Spesial Untuk Pekerja Indonesia

 Presiden Jokowi Beri Kado Spesial Untuk Pekerja Indonesia

Foto : Istimewa
14 Januari 2020 19:01 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id -  

SURABAYA: Momen pergantian tahun dimanfaatkan Presiden Joko Widodo untuk memberikan hadiah bagi seluruh pekerja Indonesia berupa peningkatan dan penambahan manfaat program BPJAMSOSTEK. Presiden Joko Widodo menandatangi Peraturan Pemerintah (PP)
terkait peningkatan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) itu, tanpa diikuti kenaikan iuran.

Menurut Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Ida Fauziah, peningkatan manfaat itu diperuntukan sebagai jaring pengaman untuk mencegah risiko sosial ekonomi, agar pekerja dan keluarganya mendapatkan perlindungan pada saat terjadi risiko kecelakaan maupun kematian pada saat bekerja. "Pemerintah terus berusaha meningkatan perlindungan yang optimal untuk pekerja Indonesia melalui evaluasi peraturan perundang-undangan dan kebijakan," ujarnya, Selasa (14/1/2020).

PP Nomor 82 Tahun 2019 tentang perubahan atas PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian itu telah ditandatangani presiden, pada 2 Desember 2019 lalu. Penambahan manfaat perlindungan itu diharapkan bisa menjadikan pekerja bisa beraktifitas lebih nyaman dan tenang, yang akan berdampak pada peningkatan produktivitas di dalam dan di luar perusahaan.

Manfaat semakin baik yang akan diterima oleh pekerja yang aktif membayar iuran dan terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK itu diantaranya diantaranya yang terkait program JKK. Selama ini, telah tersedia manfaat lengkap berupa perawatan dan pengobatan tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan medis, bantuan biaya transportasi korban kecelakaan kerja, dan santunan pengganti upah selama tidak bekerja.

Termasuk santunan kematian sebesar 48x upah, santunan cacat total hingga maksimal sebesar 56x upah, bantuan beasiswa, hingga manfaat pendampingan dan pelatihan untuk persiapan kembali bekerja (return to work). Berdasarkan PP terbaru, manfaat JKK itu menjadi semakin baik karena santunan pengganti upah selama tidak bekerja, ditingkatkan nilainya menjadi sebesar 100% untuk 12 bulan dari sebelumnya 6 bulan dan seterusnya sebesar 50% hingga sembuh.

Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019 juga meningkatkan manfaat biaya transportasi untuk mengangkut korban yang mengalami kecelakaan kerja. Biaya transportasi angkutan darat dinaikan dari Rp 1 juta menjadi maksimal Rp 5 juta, biaya transportasi angkutan laut naik dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta, dan biaya transportasi angkutan udara dinaikan menjadi Rp 10 juta dari sebelumnya Rp 2,5 juta.

Pemerintah, kata Ida, memastikan ketahanan dana program JKK dan JKM yang dikelola BPJAMSOSTEK masih sangat cukup untuk menopang manfaat yang baru. "Sehingga peningkatan manfaat ini dapat dilaksanakan tanpa menaikkan iuran kepesertaan", ujarnya.

Berdasarkan aturan baru, bantuan beasiswa yang merupakan manfaat program JKK yang sebelumnya diberikan Rp12 juta untuk satu orang anak, saat ini menjadi maksimal Rp174 juta untuk dua orang anak.  "Beasiswa akan kami berikan sejak taman kanak-kanak (TK) hingga anak pekerja lulus dari bangku kuliah", ujar Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto.

Demikian pula dengan tambahan manfaat JKK dengan perawatan di rumah alias home care. Melalui aturan baru, peningkatan biaya home care bisa mencapai maksimal Rp20 juta per tahun untuk setiap kasus dan diberikan kepada peserta yang tidak memungkinkan melanjutkan pengobatan ke rumah sakit.

BPJAMSOSTEK juga meningkatkan manfaat program JKM untuk ahli waris terdiri dari santunan kematian. Bila sebelumnya klaim santunan hanya Rp24 juta, kali ini meningkat 75% menjadi Rp42 juta. "Ini tidak lepas dari kepedulian pemerintah untuk membantu meringankan beban pekerja atau keluarganya yang ditinggalkan," ujarnya.***

Editor : Markon Piliang