logo

Pasar Properti Dalam Tekanan, Intiland Luncurkan Klaster Acacia

Pasar Properti Dalam Tekanan, Intiland Luncurkan Klaster Acacia

14 Januari 2020 14:28 WIB
Penulis : Silli Melanovi

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD)  melakukan pengembangan usaha di kota Surabaya, Jawa Timur. Selain meluncurkan proyek baru, perseroan juga terus melakukan pengembangan pada proyek-proyek berjalan, khususnya pada  segmen pengembangan kawasan perumahan.   

Pada segmen ini, perseroan masih mengandalkan penjualan dari pengembangkan kawasan perumahan Graha Natura. Di kawasan perumahan seluas 86 hektar ini, perseroan meluncurkan pengembangan terbaru, yakni klaster Acacia pada Agustus tahun lalu. 

Menempati area pengembangan seluas 1,5 hektar, klaster Acacia menawarkan banyak keunggulan dari aspek desain, lingkungan, hingga fasilitas pendukung. Unit-unit rumah yang dibangun juga memiliki keunggulan dari aspek desain, lingkungan, dan fasilitas yang disediakan. 

Harto Laksono, Direktur Pemasaran PT Intiland Grande, anak usaha perseroan untuk pengembangan di Surabaya, mengakui bahwa kondisi pasar properti mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir. Potret serupa terjadi pula pada pasar properti di Surabaya yang juga mengalami tren penurunan permintaan dan penjualan. 

Kendati demikian, menurutnya, penjualan produk-produk hunian, khususnya rumah tapak masih relatif stabil dibandingkan dengan segmen pengembangan properti lainnya. Kondisi ini tercermin dari kinerja penjualan perseroan di Surabaya yang lebih dari separonya berasal dari penjualan rumah tapak.  

“Kami melihat ada potensi pertumbuhan pasar ke arah sana. Tren permintaan saat ini masih didominasi kebutuhan terhadap rumah tapak dengan tipe dan luasan yang lebih compact, yang tentunya sesuai bagi keluarga muda,” Harto Laksono, di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Perseroan mengembangkan klaster Acacia dengan konsep hunian one-gate system, sehingga menghadirkan hunian yang privat dan eksklusif. Jumlah unit yang dipasarkan juga relatif terbatas hanya sebanyak 62 rumah dua lantai.

Melengkapi alternatif pilihan konsumen, perseroan menyediakan tujuh pilihan berbeda yang meliputi tipe Valerian, Lilac, Freesia, Amarylis, Verbena, Lily, dan Orchid. Unit-unit rumah di klaster ini memiliki luas lahan mulai 71–192 meter persegi dan luas bangunan mulai 70-150 meter persegi dan dipasarkan mulai harga Rp1,6 miliar.

“Pembangunan unit rumah di klaster ini dalam tahapan struktural pondasi. Kami menargetkan bisa mulai serah terima pada akhir tahun ini. Sejak diluncurkan, kami sudah memasarkan sekitar 50 persen,”jelasnya.

Mengantisipasi tren meningkatnya permintaan masyarakat, perseroan saat ini menghadirkan rumah contoh terbaru di klaster Acacia. Rumah contoh dengan tipe Lilac yang berukuran 6 x 18 meter.

Hunian compact dua lantai ini memiliki desain bangunan yang baik dan indah. Desain bangunannya menggabungkan ruang keluarga dan ruang makan, sehingga membuat unit-unit rumah di klaster Acacia terasa luas dan lapang. Lebar bangunan juga tersedia dalam dua pilihan yakni enam meter dan delapan meter, sehingga memberikan kesan indah dan lapang.  

Unit-unit rumah di klaster Acacia menerapkan desain modern tropikal yang memberikan pencahayaan dan penghawaan alami lebih maksimal. Beberapa tipe juga menawarkan keunggulan lain berupa kamar tidur utama yang berada di lantai bawah, sehingga memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi penghuninya.

“Rumah contoh yang telah kami siapkan adalah tipe paling favorit, yaitu tipe Lilac. Nantinya, kami akan menambah lagi dua rumah contoh dengan tipe berbeda. Adanya rumah contoh ini agar para calon pembeli dapat merasakan langsung kenyamanan dan keunggulan dari interior dan suasana lingkungan yang dihadirkan,” ujarnya lebih lanjut.