logo

Taman Onrust 2019 Paling Banyak Pengunjungnya Sampai 53.000, Namun Januari Sepi Akibat Cuaca

Taman Onrust 2019  Paling Banyak Pengunjungnya Sampai 53.000,  Namun Januari Sepi Akibat Cuaca

Dari kiri atas searah jarum jam : Pengunjung Pulau Kelor mengemas pakaian dan peralatannya. Berenang ke perahu yang tak berani merapat.. Ombak besar menggempur Pulau Onrust dihadang pemecah gelombang. Laut kembali tenang menyisakan sedikit kerusakan.
14 Januari 2020 06:03 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA :  Destinasi wisata  bahari Taman Arkeologi Onrust di Kepulauan Seribu tahun 2019 pengunjungnya mencapai 53.000 orang  lebih tepatnya 53.115 orang.  Itu merupakan jumlah terbanyak dari 3 destinasi wisata Museum Kebaharian Jakarta. Dua lainnya  Museum Bahari Jl Pasar Ikan, Penjaringan selama tahun 2019 itu  pengunjungnya  35.800 orang  lebih dan  Rumah Si Pitung/Situs Marunda, Cilincing periode yang sama  pengunjungnya 37.900 lebih.
Namun selama bulan Januari 2020 ini Taman Arkeologi Onrust (TAO)  menyepi. Meskipun ada saja  pengunjungnya jumlahnya  minim  akibat hujan dan ombak yang besar.

Kepala UP Museum Kebaharian Jakarta Drs H  Husnison Nizar mengakui itu Senin (13/1). "Dalam cuaca seperti sekarang ini sulit diprediksi. Makanya pengunjung Taman Arkeologi Onrust sekarang ini hanya mereka yang sudah terbiasa dengan laut. Mereka berani," kata Husnison Nizar yang lebih akrab dipanggil Pak Sonni ini.

Menurut dia hal seperti itu juga terjadi pada  bulan Januari tahun 2019 yang lalu. Tercatat pengunjung TAO  hanya 450 orang  Berarti rata rata tiap hari 15 orang pengunjung.
Bulan berikutnya Februari 2019  pengunjungnya meningkat menjadi  1.399 orang. Maret 2019  meningkat lagi menjadi 2.993 orang. 
Melihat perkembangan itu diharapkan siklusnya akan berulang.

"Tahun ini diharapkan bulan Maret nanti mulai ramai," kata Sonni  mencoba memprediksi.
Melihat data pengunjung yang direkap Rusnawati selaku bendahara Museum Kebaharian tahun 2019 lalu puncak kunjungan ke TAO terjadi pada bulan Juni dengan 8.011 orang wisatawan.
Diharapkan tahun 2020 ini puncak kunjungan itu akan terulang pada bulan liburan sekolah tersebut.

Husnison  mengangankan agar tersedia perahu motor atau kapal dari Museum Bahari dengan  Pelabuhan Sunda Kelapa berlayar langsung ke TAO. Dengan demikian para wisatawan setelah mengunjungi Museum Bahari dapat langsung  meneruskan berkunjung ke Taman Arkeologi Onrust.

Jayadi dan Salam pegawai yang sudah bertahun bertugas di Pulau Onrust mengakui Januari ini kunjungan ke pulau pulau  Taman Arkeologi itu sepi akibat ombak besar  dan hujan.
"Bulan Maret nanti diharapkan ramai Pak," kata Salam yang kini berjualan di Pulau Cipir di lingkungan TAO.

Dia mengakui sejak tgl 5 sampai dengan 10 Januari ombaknya besar. "Tanggal 9 Januari Onrust banjir. Dapur  umum (bekas karantina haji)  sampai terendam air laut," kata Salam.
Tercatat pada tgl 6 , 7 dan 9 Januari tak ada pengunjung. "Sabtu udaranya mulai bagus," ujar Salam. Tercatat pengunjung TAO saat itu 38 orang. Hari Minggunya  meningkat menjadi 114 orang.

Salam menceritakan Minggu (5/1) beberapa orang pengunjung Pulau Kelor pulangnya terpaksa lepas baju dan berenang ke perahu yang tak berani  merapat ke pantai. Pakaian dan perlengkapan dibungkus plastik ditarik ke perahu.

Untuk menghindari ombak besar pengunjung  Pulau Seribu termasuk Taman Arkeologi Onrust pulangnya ke daratan Jakarta jangan melebihi pukul 14.00. ***