logo

WNI Pelaku Pelecehan Seksual Ratusan Orang Di London Dikenal Rajin Ibadah Ke Gereja

WNI Pelaku Pelecehan Seksual Ratusan Orang Di London Dikenal Rajin Ibadah Ke Gereja

07 Januari 2020 10:14 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - JAKARTA: Keluarga Reynhard Sinaga menolak memberikan tanggapan atas kasus hukum yang menjerat putranya dan kemudian vonis seumur hidup yang dijatuhkan Pengadilan Manchester, Inggris, pada Senin (06/01).

Dari awal persidangan kasusnya, Reynhard secara konsisten mengatakan hubungan seksual dilakukan atas dasar suka sama suka walaupun terungkap fakta di pengadilan bahwa para korban tidak sadarkan diri.

Seperti dikutip BBC News Indonesia, media Inggris itu telah mencoba untuk meminta tanggapan dari orang tua Reynhard, baik melalui pendekatan langsung maupun melalui telepon.

"Saya tidak mau, tidak ya," kata ayahnya dengan suara pelan usai beribadah di Depok, Jawa Barat, Desember 2019.

Upaya  menghubungi orang tua Reynhard, baik ibu maupun ayahnya, melalui pesan teks pun ditolak.

"Maaf belum bisa," balasnya.

Setelah itu, ia tidak membalas lagi beberapa pesan yang dikirim.

Begitu juga dengan ibu dari Reynhard Sinaga, yang hanya membaca semua pesan teks dari BBC News Indonesia, namun tidak pernah merespons.

Koordinator protokol dan konsuler Kedutaan Indonesia di London, Gulfan Afero, menyatakan pihaknya berkomunikasi dengan keluarga dan Reynhard sendiri sejak ia ditangkap polisi pada Juni 2017.

Gulfan juga mengatakan ibu Reynhard menggambarkannya sebagai, "anak yang baik, rajin beribadah, rajin ke gereja."

Berdasarkan penelusuran BBC News Indonesia, Reynhard berasal dari keluarga mapan yang tinggal di Depok. Ayahnya adalah seorang pengusaha yang bergerak dalam sejumlah bidang usaha

Pengantar skripsi: 'the dark side of me'

Reynhard mendapatkan gelar sarjananya pada 2006 dari jurusan arsitektur di salah satu universitas ternama di Indonesia dalam waktu empat tahun.

 

Sumber: BBC News Indonesia

Editor : Markon Piliang