logo

Road Safety Policing Menuju Indonesia Emas 2045

Road Safety Policing Menuju Indonesia Emas 2045

05 Januari 2020 15:41 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Chrysnanda Dwi Laksana*

Dari judul di atas timbul pertanyaan mengapa pemolisian di bidang lalu lintas perlu memikirkan road safety ( lalu lintas yg aman selamat tertib dan lancar)? Road safety menjadi program PBB dan diimplementasikan di seluruh dunia. Indonesia pernah di nilai Road safetynya terburuk se Asia Pasifik di bawah Laos dan Kamboja.

Dalam over view Road Safety 2017 ditulis Indonesia juga kurang bagus sejajar dengan Bangladesh dan Srilanka.
Pertanyaanya : apakah dengan bahasa lalu lintas aman selamat tertib lancar sudah dipahami sebagai road safety?
Apakah para pilar benar benar dan sungguh-sungguh sudah mengimplementasikan fungsi dan kewenangannya untuk pencapaian tujuan road safety atau sekedar mempertahankan ego sektoral atau saling ngeles dan tuding atau malah berebut kewenangan?
Itu pekerjaan rumah bagi kita semua.

Apakah dengan program-program kerja dan keberadaan para pilar road safety sudah mampu mewujudkan dan memelihara lalu lintas yg aman selamat tertib dan lancar?Apakah sudah mampu meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan ? Apakah sudah mampu membangun budaya tertib?Apakah sudah mampu memberikan pelayanan yang prima,  cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel dan mudah diakses?

Tentu para pilar akan kebingungan menjawabnya. Mengapa saya mengklaim demikian karena tidak ada indeks road safety yang representatif baik secat keseluruhan maupun dari para pilar.

Sejalan dengan apa yang menjadi pertanyaan di atas maka polisi berupaya memperbaiki pola pola pemolisiannya menuju road safety policing.

Road safety policing scr singkat dapat dipahami sebagai model pemolisian pada  fungsi lalu lintas pada tingkat manajemen maupun operasional dengan atau tanpa upaya paksa untuk mencapai tujuan road safety melalui manajemen ( kebutuhan, kapasitas, prioritas, kecepatan maupun emergency). Di era revolusi industri 4.0 dan menuju society 5.0 di dalam road safety policing akan dikembangkan pola atau model elektronik pd pelayanan road safety mellalui program program sebagai berikut:

1. IT for road safety model implementasi e policing pd fungsi lalu lintas. Dengan membangun sistem elektronik atau terhubung atau online melalui :
a. Tmc : traffic management centre untuk mendukung road safety management sebagai back office pusat yang akan menjadi pusat K3I, yaitu Komando Kendali Komunikasi Koordinasi dan Informasi .
b. SSC: safety and security centre untuk mendukung safer road yang berisi program peta digital situasi trouble spot ( kemacetan atau perlambatan) dan black spot ( rawan kecelakaan)
IRSMS atau integrqted road safety management system road safety management system sebagai sistem pendataan dan analisa kecelakaan lalu lintas
etilang dan etle sebagai sistem penegakkan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas secara manual semi elektronik dan elektronik, dan sistem analisa data pelanggaran lalu lintas.
Program SSC ini juga akan dikaitkan sistem sistem IT yang ada di  masing-masing pilar untuk melakukan penegakkan hukum secara elektronik atau etle.Selain itu juga untuk mendukung program quick response time, dan akan menjadi bagian dr program PJR atau polisi jalan raya di jalur toll atau high way atau jalur troble spot.
Juga untuk program-program road safety boarder, roqd safety for tourism, road safety di jalur-jalur ASDP angkutan sungai danau dan penyeberangan dan road safety antar moda transportasi angkutan umum serta untuk kajian dan pemantauan jalur toll serta arteri.
c. ERI: electronic registration and identification
sebagai pendukung safet vehicle. dengan membangun sistem big data kendaraan bermotor dan juga sistem ANPR : automatic number plates recognation. ERI akan didukung model sistem pemantauan pengoperasionalan kendaraan bermotor dengan : GPS GIS OBU RFID QR dan lainnya sehingga dapat mendukung ETLE, ERP, ETC, E Parking, E Banking, E Samsat dan berbagai program pemerintah lainnya.
d. SDC : safety driving centre
untuk mendukung safer road users yang mencakup : 1) sekolah mengemudi 2) sistem uji sim dan 3) sistem penerbitan SIM.  SIM
ini dapat mendukung program penegakkan hukum yang di elaborasi melalui SSC dan ERI maka akan dapat dikembangkan pada program TAR : traffic attitude record dan DMPS : de merit point system untuk sistem perpanjangan SIM yang tanpa uji, uji ulang, cabut sementara dan cabut seumur hidup.
e. intan : intellegence traffic analysis untuk mendukukung program post crash care. Sebagai sistem pelayanan on time real time dqn any time yg didukung dengan call centre. Bentuk bentuk pelayanan ini akan terkait dengan para petugas di lapanangan. Intan dalam pengoperasionalannya didukung dari SSC, ERI, SDC sehingga juga  mampu menjalankan TR dan DMPS.
Intan sebagai back office dalam operasional polantas yang bersifat rutin khusus maupun kontijensi : emergency policing.
f. smart management untuk mengimplementasikan point a sd e yg dioperasionalkan berbasis SOP yang dibangun dengan sistem on line sehingga kualitas kinerja prestasi kerja keberhailannya atau kegagalannya dapat di evaluasi. Selain itu juga untuk memberikan promosi kepada yang berprestasi maupun untuk sistem reward dan mutasi juga demosi serta punishment yang gagal atau tdk berhsil kinerjanya.
h. cyber cops : polisi siber yg akan memberikan pelayanan secara virtual dan mengawakiback office dan menganalisa informasi yg mqsuk shg mampu menghasilkan produk2 aktual jg mampu memprediksi mengantisipasi n memberi solusi krn semua sistem2nya berbasis AI : artificial intellegence dan IOT : internet of thing.

2. untuk membangun petugas polantas yg profesional cerdas bermoral dan modern adalah dg membangun
a. literasi road safety
literasi sbg program mencerdaskan membangkitkan kesadaran pemahaman pengetahuan kepedulian dan bela rasa untuk road safety.
wujudnya e library, sistem edukasi jarak jauh media on line dsb.
b. road safety coaching
sbg bagian mentransformasi pengetahuan bagi petugas polisi ttg road safety yg dibuat berjenjang dan reguler atau berperiode. shg tingkat kualitas sdm petugas polantas di semua lini dpt dikontrol dan membantu program edukasi maupun training.
c. membangun tim transformasi yg berisi dr representatif pemangku kepentingan sbg back up system atau jg dpt dibangun melalui road safety centre.
d. membangun ARSI : asosiasi road safety indonesia
sbg wadah bagi petugas polantas atau siapa saja yg peka peduli dan kreatif untuk membahas maslh2 road safety tanpa terikat pangkat jabatan maupun sekat2 birokrasi.

3. Program2 kritikal atau penting bagi road safety
a. dibidang kamsel :
1) program edukasi dr anak2 remaja hingga dewasa atau umum melalui jalur formal maupun informal scr langsung maupunmedia
2) lomba tertib lalu lintas dr kampung sekolah intansi maupun komunitas
3) pembinaan komunitas dr hobby profesi hingga korban kecelakaan
4) kajian2 untuk black spot troublespot, jalur toll, perbatasan, daerah wisata, jalur arteri, perlintasan sebidang, antar moda transportasi, asdp, free trade zone, perlintasan
5) survey lapangan dan kajian untuk mendukung pembangunan ibukota dan smart city
6) kajian terpadu lokasi lokasi yg krusial dilakukan rekayasa jalan spt jalur pagar alam tonjong gentong dsb
7) kajian terpadu untuk jalur2 pelabuhan bandara penyeberangan dan pembangunan toll baru
8) membangun standar kompetensi bagi para petugas polantas hingga jabatan fungsional
9) memoersiapkan prolegnas perubahan UULLAJ
10) menyusun Perpol dan perkakor
11) menyiapkan master trainer dan trainer di bidang SDC
12) membangun Sdc
13) menyenggarakan RSPA untuk mendukung smart city
14) menyempurnakan SOP dan vademikum
15) melakukan audit road safety dan menyusun index road safety
16) melaakukan penelitian thd kecelakaan lalu lintas melalui TARC : traffic accident research centre
17) merintis untuk Road safety research and development
18) menerbitkan jurnal road safety

b. di bidang penegakkan hukum
1) membangun sistem2 pendataan dan analisa kecelakaan dan pelanggaran
2) menerbitkan brief atau potret road safety
3) menerapkan etle etilang di jalur2 penting di kota2 besar asdp jalur toll perbatasan
4) meberapkan e sidik
5) menyiapkan master trainer n trainer bagi penyidik lalu lintas
6) menyiapkan pjr sbg polisi jalan raya
7) membangun quick response time
8) bekerja sama dlm menangani kondisi darurat dg psc : public safety centre
9) menegakkan pelanggaran2 hukum yg membahayakan keselamatan : a. helm b. melawan arus c. menerobos lampu merah d. kecepatan e. seat belt f. child restrain g. drink driving h. penggunaan hp saat berkendara i. odol : over dimensi dan over loading j. ngetem sembarangan
10) menyiapkan penyidik lalu lintas dg model grand design peraturan dan menyiapkan orang2 nya
11) mengimplementasikan TAA: traffic accident analysis sbg pendukung proses projustitia
12) menerapkan TAEW : traffic accident early warning
13) bekerja sama dg TARC untuk kajian kecelakaan2 menonjol
14) menyiapkan jabatan penyidik sbg jabatan fungsionql dqn keahlian
15) bekerja sama dg CJS dlm membangun sistem2 penegakkan hukum yg visioner dlm mencapai tujuan road safety
16) membangun sistem kontrol dlm penegakkan hukum agar tidak terjadi penyimpangan dan hal hal yg kontra produktif dan merusak citra polantas maupun polri
17) bekerja sama dg pemangku kepentingan kaitan dg pembuatan standar2 penegakkan hukum
18) menyiapkan tim transformasi penegakkan hukum untuk menghadapi pra preadilan, gugatan, bantuan hukum maupun prolegnas perubahan uullaj.

c. di bidang reg ident
1) membangun ERI pd sistem BPKB
2) menyiapkan petugas reg ident scr virtual untuk pelayanan2 E samsat dan pendaftaran SIm
3) membangun sistem ANPR untuk sistem TNKB
4) menyiapkan sistem data kendaraan bermotor dg analisanya
5) membangun sistem uji sim dan sistem penerbitan sim yg mendukung TAR dan DMPS dan ETLE
6) menyiapkan sistem ESamsat yg mendukung ERP ETC E Parking E banking n Etle
7) membangun sistem cek fisik scr virtual dan manual yg berkaitan dg anpr maupun forensik kepolisian
( fisik atau body dg sistem2nya, sistem transmisi, emisi gas buang dan noka nosin )
8) membangun sistemTAR dan DMPS
9) pengujian dan standarisasi bagi petugas penguji SIM
10) material SBST berbasis chip yg ada fungsi AI dan IOT shg mendukung bagi program2 it for road safety lainnya
11) membangun sistem koneksi dan kerja sama luar negeri untuk pengakuan dan keabsahan sim internasional
12) mendukung program2 road safety boarder dan road safety for tourism
13) bekerjasama dg sistem2 angkutan ligistik untuk program penegakkan hukum odol dan angkutan umum
14p) membangun sistem data PNBP yg on time dan real time
15) program2 eri yg terkoneksi dg sistem2 it pilar road safety lainnya sesuai dg standsr protokol data

d. bag ops
bagian operasi merupakan penyelenggara pemolisian berbasis dampak masalah sbg pengelola program intan atau k3i dlm pendataan sistem operasional polantas yg bersifat rutin
khusus maupun kontijensi
dlm bentuk satgas antar wilayah antar fungsi maupun antar stake holder
pembina cyber cops yg mengopsnalkan it for road safety dan kendali petugas2 di lapangan

e. bag ren min
perencanaan administrasi ini berkaitan dg :
1) pembinaan sdm dg smart management
penyiapan master trainer n trainer
2) perencanaan dan bembangunan it for road safety
3) program edukasi n training dalam negeri maupun luar negeri ( s2 s3 seminar bench mark dsb)
4) sarpras bg perorangan kelompok maupun kesatuan
5) sistem anggaran budgeter maupun non budgeter
6) sistem kontrol dan akuntabilitas scr administrasi maupun keuangan
7) sistem laporan dan penyelenggaraan pelayanan di masing direktorat maupun bagian

f. bag tik
mejadi bagian dlm merancang dan maintenance up grade dan up dating system2 IT for road safety yg berbasis AI dan IOT
menyiapkan dan mendukung sistem pelayanan prima
meyiapkam sistem2 pendukung bagi cyber cops
dan mendukung smart city dlm mewujudkan smart mobility dan smart living

point2 di atas merupakan kinsep dasar yg harus dikembangkan dan diwujudkan sbg grand design tahapan implementasi aturan2 yg memayungi dan penyiapan sdm yg akan mengawakinya.

road safety policing dinamis dan trs menyesuaikan perubahan jaman dan kondisi karakteristik daerah yg ada

apa yg ditulis dlm point2 di atas merupakan prinsip2 mendasar yg berlaku umum. satu prinsip seribu gaya. pemolisian di bidang road safety dibangun untuk mendukung program2 pemerintah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dg :
1. terwujud dan terpeliharanya lalu lintas yg aman selamat tertib dan lancar
2. meningkatnya kualitas keselamatan
3. menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan
4. terbangunnya budaya tertib berlalu lintas
5. pelayanan prima di bidang LLAJ

Road safety policing merupakan implementasi e policing pada fungsi lalu lintas di era revolusi industri 4.0 menuju society 5.0 pasca 2020 menuju indonesia emas 2045.

*Brigjen Pol  Dr Chrysnanda Dwi Laksana, Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri.