logo

Menaker Ajak Investor Energi Listrik Perkuat Investasi Ke Indonesia

Menaker Ajak Investor Energi Listrik Perkuat Investasi Ke Indonesia

Menaker Ida Fauziyah (tengah).(foto,ist)
28 Desember 2019 20:27 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - SHANGHAI: Dalam upaya mengawal investasi asing khususnya di bidang energi listrik dan menjajaki potensi kerja sama bidang ketenagakerjaan. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Shanghai Electric Power Construction (SEPC) dan Shanghai University of Electric Power (SUoEP) di Shanghai, Tiongkok, Sabtu (28/12/2019).

Dalam siaran persnya, dia menyebutkan, saat ini, kebutuhan akan energi (listrik) di Indonesia sangat tinggi. Sehingga, membutuhkan berbagai sumber daya di antaranya dana dan manusia untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

"Karena itu, Indonesia sangat mendukung investasi Shanghai Electric Power Construction dalam pemenuhan kebutuhan energi listrik di Indonesia," ujar Menaker, saat diterima Deputi Manajer SEPC Shen Gangyi di Linhong Road, Changning District, Shanghai, Tiongkok.

Kepada Deputi Manajer Shen Gangyi dan jajaran Direksi SEPC, dia mengatakan pemerintah Indonesia memberikan apresiasi, karena selama ini telah bekerja sama di bidang energi listrik dengan baik. Termasuk menanamkan investasi ke Kawasan Deli Serdang, Sumatera Utara dan Bone sebagai kontraktor PLTU.

Dikemukakannya, guna mendukung investasi bidang energi listrik diperlukan tenaga-tenaga professional, yang dapat mengisi jabatan-jabatan yang dibutuhkan di perusahaan-perusahaan. "Karenanya, sangat diperlukan peran lembaga pelatihan/training center seperti SuoEP yang memberikan pelatihan bagi calon/ tenaga kerja. Agar dapat bekerja di bidang energi sesuai dengan persyaratan perusahaan, " tutur Menaker.

Pada pertemuan tersebut, Menaker juga menyatakan, pihaknya akan terus berusaha mendukung iklim investasi di Indonesia, bagi para investor asing dengan terus memperbaiki iklim ketenagakerjaan di Indonesia. Salah satunya, dengan penciptaan hubungan industrial yang harmonis melalui sosial dialog, yang efektif di tempat kerja serta pningkatan disiplin dalam keselamatan dan kesehatan kerja.

"Pemerintah juga terus berusaha mendukung iklim investasi di Indonesia bagi para investor asing, dengan mendorong para investor asing. Agar berinvestasi di bidang pelatihan kerja," ujar Menaker, yang didampingi Kepala Biro Kerja sama Luar Negeri (KLN) Kemenaker Indah Anggoro Putri; Konsul Jenderal RI di Shanghai Deny W Kurnia; dan Direktur Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing (PPTKA) Haryanto.

Hal ini sesuai Perpres Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar .Bidang Usaha yang Tertutup dan Daftar Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal) dengan kepemilikan saham maksimum sebesar 67 persen. SEPC merupakan perusahaan yang berinvestasi di Indonesia yang membangun PLTU berkapasitas 2 x 150 MW di Deli Serdang, Sumatera Utara, dan kapasitas 2 x 50 MW di Gorontalo, serta Mini-Hydro Power Plant Project kapasitas 9.9 MW di Bone.

Sedangkan (SUoEP), merupakan lembaga pelatihan yang digunakan oleh perusahaan SEPC untuk melatih calon/tenaga kerja. Bidang kejuruan yang ada di lembaga pelatihan SUoEP ini adalah bidang electronic, electrical, turbine dan boiler.