logo

KBRI Gelar Promosi Terpadu Akhir Tahun Pada Festival Laut Kamboja

KBRI Gelar Promosi Terpadu Akhir Tahun Pada Festival Laut Kamboja

PM Hun Sen berkunjung ke booth KBRI Phnom Penh didampingi oleh Menteri Pariwisata Kamboja Dr Thong Khon. (suarakarya.id/KBRI Phnom Penh)
25 Desember 2019 13:27 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - PHNOM PENH: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh tampil pada Sea Festival 2019 atau Festival Laut Tahunan ke-8 di Kampot, Kamboja, untuk terus melanjutkan promosi terpadu seni budaya, pariwisata dan perdagangan Indonesia. Booth atau stan KBRI Phnom Penh mendapat kehormatan dikunjungi Perdana Menteri Kamboja Hun Sen.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng mengemukakan, jelang tutup tahun 2019, KBRI Phnom Penh tetap lanjut melaksanakan promosi terpadu seni budaya, pariwisata dan perdagangan Indonesia pada Festival Laut Tahunan ke-8 di kota yang terkenal dengan duren dan ladanya, Kampot, Kamboja itu. “Indonesia selalu mendapat undangan kehormatan dari Kementerian Pariwisata Kamboja baik itu untuk pameran produk perdagangan maupun pertunjukan seni budaya Indonesia pada Sea Festival yang tahun ini menyandang tema “Clean City, Beautiful Bay, Healthy Tourism,” kata  Sudirman seperti dilaporkan KBRI Phnom Penh dalam rilisnya kepada suarakarya.id.

Selama tiga hari, 20-22 Desember 2019, Sea Festival 2019 meliputi berbagai kegiatan seperti pertunjukan musik dan tari, pameran makanan dan minuman serta pertandingan olah raga tradisional. Terdapat 461 booths dari berbagai propinsi di Kamboja, instansi pemerintah/swasta, UKM dan negara asing seperti Indonesia, Thailand, China, Vietnam.

Sea Festival 2019 dibuka secara resmi oleh Perdana Menteri Hun Sen serta dihadiri oleh sekitar 500 ribuan pengunjung yang terdiri dari pejabat tingkat tinggi dan para duta besar/korps diplomatik serta masyarakat umum Kamboja. Dalam Laporannya, Menteri Pariwisata Kamboja mengucapkan selamat kepada Kota Kampot yang akan menerima penghargaan ‘ASEAN Clean Tourist City’ pada ASEAN Tourism Forum di Brunei Darussalam pada 16 Januari 2020  mendatang.

Di bidang pariwisata dan perdagangan, booth Indonesia mempromosikan Wonderful Indonesia serta berbagai produk makanan yang diimpor dari Indonesia. KBRI bekerja sama dengan perusahaan Indonesia dan distributor produk Indonesia di Kamboja seperti Kalbe International, Intermedica Co., Ltd., dan Indo Global Success Co., Ltd (IGS). Booth Indonesia dibanjiri oleh para pengunjung yang sangat antusias untuk mengenal lebih jauh produk yang dipamerkan, diantaranya minyak goreng Tropical, Indomie, Chitato, dan Ekstra Joss.

Di samping itu, terdapat investasi Indonesia di bidang real estate yaitu Kampong Dewa Resort yang turut berpartisipasi dalam Sea Festival 2019. Kampong Dewa Resort terletak di Sihanoukville, Provinsi Kampong Som yang diharapkan dapat meningkatkan hubungan kerja sama ekonomi RI-Kamboja dan people-to-people contacts. Berdasarkan catatan KBRI Phnom Penh, hingga saat ini terdapat sekitar 700 WNI yang bekerja di Kampong Dewa Resort khususnya di sektor perhotelan dan konstruksi.

Di bidang promosi seni budaya, Pusat Budaya Indonesia di Kamboja (Pusbudi) Nusantara menampilkan Tari Piring, Tari Toba dan Angklung yang mengiringi lagu Maumere dan lagu populer Kamboja, Oum Tuk pada acara Pembukaan dan Penutupan Sea Festival. Tim Pusbudi terdiri dari 20 pemuda/i Kamboja, para alumni Indonesia dari Kamboja hingga anak-anak Indonesia usia 5-10 tahun. Selain di panggung Festival, Tim Angklung Pusbudi juga tampil di depan booth KBRI yang disambut dengan meriah oleh kerumunan pengunjung. Menteri Pariwisata Kamboja, Dr. Thong Khon mengapresiasi dukungan aktif KBRI Phnom Penh dan menyebutkan bahwa pertunjukan seni budaya Indonesia yang berwarna telah membuat Sea Festival 2019 menjadi lebih sukses dan menarik banyak pengunjung lokal dan asing.

Di sela – sela kegiatan Sea Festival, KBRI Phnom Penh juga telah melaksanakan pertemuan dengan Pejabat Kementerian Ekonomi dan Keuangan Kamboja serta perwakilan Kadin Kampot.  Kamboja mengharapkan agar pihak Indonesia melalui KBRI Phnom Penh dapat turut mempromosikan Kampot serta berinvestasi di wilayah selatan Kamboja.  Pemerintah Kerajaan Kamboja sedang berupaya untuk mengembangkan Propinsi Kampot dengan membangun sejumlah gedung-gedung bertingkat dan tempat rekreasi disepanjang sungai kota Kampot, serta pembangunan international river port dalam waktu dekat.

Menurut data Kementerian Pariwisata Kamboja, pada 2019, wilayah pesisir Kamboja diperkirakan akan menerima sekitar 1,3 juta wisatawan internasional dan 3.4 juta turis domestik. Dari Januari-November 2019, Kampot yang berjarak 148 Km dari Ibu Kota Phnom Penh, menerima 180 ribu turis asing (naik 10.28%) dan 1.4 juta turis lokal (meningkat 5.37%). Pada tahun 2020, wilayah pesisir diprediksi akan menerima 1,7 juta wisatawan internasional dan 3,5 juta wisatawan domestik. Sementara itu, pada tahun 2030 wilayah pesisir ditargetkan untuk menerima 4,5 juta wisatawan internasional dan 6 juta turis lokal. Kegiatan Sea Festival ini diselenggarakan setiap tahun sekali dengan tuan rumah bergantian antara 4 wilayah yang terletak di kawasan pesisir, yaitu Koh Kong, Preah Sihanouk, Kep, dan Kampot.

Indonesia akan berupaya untuk terus berpartisipasi pada berbagai Festival tahunan di Kamboja yang hingga saat ini selalu dihadiri oleh ratusan ribu pengunjung dan dibuka oleh Perdana Menteri Kamboja. Partisipasi ini utamanya untuk mempromosikan pariwisata Indonesia dan meningkatkan jumlah wisatawan Kamboja ke Indonesia. Pada Januari-Oktober 2019, wisatawan Kamboja yang berkunjung ke Indonesia berjumlah 11135 orang (meningkat 56% dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama yang berjumlah 7111 orang). ***